Semburan Lumpur di Dukupuntang Cirebon Jadi Objek Wisata dan Pengobatan Alternatif

  Kamis, 10 Juni 2021   Suara.com
Tim BPBD Kabupaten Cirebon menunjukkan semburan lumpur yang mengeluarkan bau khas belerang di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

DUKUPUNTANG, AYOCIREBON.COM -- Semburan lumpur di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon diduga berbahaya bagi manusia. Namun justru kini dimanfaatkan masyarakat sebagai objek wisata, bahkan untuk pengobatan alternatif.

Pengunjung yang percaya lumpur tersebut berkhasiat seperti untuk pengobatan kulit, kerap terlihat mengantongi lumpur-lumpur itu dengan menggunakan botol. Ternyata botol-botol itu pun sudah disiapkan sehingga lebih mudah dibawa para pengunjung.

“Kadang 10 botol habis kemudian saya yang cari botol plastik lagi diisi lagi sama lumpur,” ujar Abah Nema salah seorang pengelola wisata lumpur Cipanas Cirebon, Kamis, 10 Juni 2021, melansir Suara.com.

AYO BACA: Burung pun Mati, Semburan Lumpur Bau Resahkan Warga Dukupuntang Cirebon

Abah Nema merupakan salah seorang warga yang tinggalnya tidak jauh dari lokasi semburan lumpur. Menurut dia, air semburan lumpur bercampur gas itu memiliki khasiat pengobatan.

Dia mengatakan, air semburan lumpur diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit. Mulai dari gatal-gatal hingga lepra.

“Bagian tubuh yang sakit dioleskan lumpur kemudian berjemur antara dari pagi sampai siang hari. Insya Allah sembuh,” ujar dia.

Semburan lumpur, kata Abah Nema, muncul secara alami di kawasan yang dekat dengan situs Buyut Garuda Jaya. Bahkan, kata dia, jika tidak ada semburan lumpur atau gas yang keluar, dikhawatirkan seluruh desa akan hancur.

AYO BACA: Berisiko Kebakaran, Semburan Lumpur Akibat Gas Kembali Muncul di Indramayu

“Sebenarnya yang keluar itu angin bau gas belerang cuma karena ada air jadilah ada golakan atau letupan bercampur tanah yang ada di permukaannya. Sekarang dikatakan semburan lumpur,” ujar dia.

Sementara itu, pengunjung yang akan melihat semburan lumpur diarahkan untuk parkir pada tempat yang disediakan. Pengelolaan objek wisata lumpur cipanas masih bersifat swakelola.

AYO BACA: Warga Tukdana Indramayu Cemas, Ada Semburan Lumpur Bercampur Gas di Tengah Sawah

“Minggu kemarin saja ada 100 orang lebih naik motor mobil bahkan andong hanya untuk melihat semburan. Karena viral di media sosial dan katanya mirip seperti Lapindo padahal tidak dan semburan ini sudah ada lama sekali,” ujar dia.

Pengelola belum mematok biaya tiket masuk melihat semburan lumpur tersebut. Pengunjung membayar seikhlasnya sebelum masuk ke kawasan wisata semburan lumpur.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar