10 Bencana Ini Rawan Terjadi di Jawa Barat

  Kamis, 10 Juni 2021   Idham Nur Indrajaya
ilustrasi dampak bencana akibat cuaca ekstrem. (Ist)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jabar Dani Ramdan memaparkan, 10 jenis bencana yang rawan terjadi di Jawa Barat. Dua di antaranya adalah bencana nonalam dan bencana sosial.

Hal tersebut disampaikannya dalam siaran "Podcast Juara: Mengenal Peta Rawan Bencana di Jawa Barat", yang ditayangkan di kanal Youtube Jabarprov TV, Rabu, 9 Juni 2021.

AYO BACA: Indramayu Masuk 10 Kabupaten Rawan Bencana di Jawa Barat

Berikut 10 bencana yang rawan terjadi di Jawa Barat.

1. Longsor

Meski yang lebih sering ramai diberitakan adalah bencana banjir, secara statistik sebenarnya longsor adalah bencana yang lebih sering terjadi di Jawa Barat. Hal itu disebabkan oleh kontur lahan di Jawa Barat yang kebanyakannya berupa perbukitan atau pegunungan.

“Yang paling sering dan ramai diberitakan itu banjir, walaupun secara lebih statistik ada yang lebih sering, yaitu longsor,” ujar Dani.

2. Banjir

Seperti yang sudah disebutkan di atas, banjir termasuk ke jenis bencana yang cukup rawan terjadi di wilayah Jabar. Di musim hujan, bencana banjir seringkali memenuhi kanal-kanal pemberitaan di berbagai media massa.

3. Gempa 

Dani menjelaskan ada dua jenis gempa yang rawan terjadi di Jabar. Yang pertama adalah gempa ringan yang yang hanya terasa seperti ada truk lewat, dan gempa besar yang bisa sampai meruntuhkan bangunan.

“Kenapa gempa di kita cukup banyak, karena kita ada sesar atau patahan. Ada tiga yang aktif, Sesar Lembang, Sesar Baribis, dan Sesar Cimandiri. Tapi, saat ini Sesar Garsela pun sedang diteliti,” ungkap Dani.

4. Letusan gunung berapi

Beberapa waktu lalu, Tim SAR Satbrimob Polda Jabar melakukan patroli di Tangkuban Perahu untuk memantau pergerakan kawah di tengah kondisi alam yang tidak menentu. Tangkuban Perahu hanya satu di antara tujuh gunung berapi aktif yang ada di Jabar.

“Kita juga punya gunung berapi. Ada tujuh gunung berapi di wilayah kita,” kata Dani.

AYO BACA: Dampak Siklon Tropis Jadi Pelajaran Penanggulangan Bencana 

5. Tsunami

Gempa yang terjadi dalam laut memiliki potensi untuk menyebabkan tsunami. BMKG pun mencatat wilayah pantai selatan yang paling berpotensi untuk terkena tsunami.

6. Angin puting-beliung

Angin puting-beliung pun tercatat sebagai jenis bencana yang rawan terjadi di Jabar. Bencana ini bisa terjadi baik di musim kemarau maupun di musim hujan.

“Yang cukup sering terjadi di wilayah Jabar itu angin kencang, puting-beliung, di musim hujan ataupun kering angin kencang itu ada,” ucap Dani.

7. Kekeringan

Bencana kekeringan rentan terjadi pada musim kemarau. Bencana ini sendiri ditunjukkan dengan adanya fenomena kekurangan air bersih atau gagal panen di bidang pertanian.

“Lalu kekeringan bisa terjadi di kemarau. Kekeringan itu kekurangan air bersih ataupun tanaman padi atau pertanian mengalami gagal panen,” kata Dani.

8. Kebakaran

Selain kekeringan, kebakaran pun termasuk bencana yang rentan terjadi pada musim kemarau. Menurut Dani, kebakaran terbagi dua, yaitu kebakaran pemukiman dan kebakaran hutan atau lahan.

“Terkait kemarau juga ada bencana kebakaran. Kebakaran terbagi dua, kebakaran pemukiman dan kebakaran hutan atau lahan. Itu penanganannya berbeda,” ujar Dani.

9. Bencana nonalam

Contoh dari bencana nonalam adalah pandemi Covid-19. Selain itu, kecelakaan-kecelakaan kendaraan pun termasuk ke dalam bencana nonalam.

“Lalu, yang kesembilan adalah bencana nonalam, misalnya pandemi seperti Covid sekarang ini. Lalu bisa juga kegagalan teknologi, misalnya pesawat jatuh atau kapal selam tenggelam seperti kemarin, itu disebutnya bencana nonalam,” kata Dani.

10. Bencana sosial

Bencana sosial adalah bencana yang berkaitan dengan konflik sosial. Selama konflik sosial itu menyebabkan hilangnya nyawa, maka konflik itu pun bisa dicatut sebagai bencana.

“Yang terakhir, yang kesepuluh, itu bencana sosial. Misalnya, tawuran massal antardesa, konflik terorisme, itu juga termasuk sebagai bencana karena mengakibatkan korban jiwa,” pungkas Dani.

AYO BACA: Mitigasi Bencana, Begini yang Perlu Dilakukan Sebelum dan Sesudah Gempa Bumi

10 Kabupaten Rawan Bencana di Jabar

Menurut Dani, Kabupaten Cianjur untuk sementara ini merupakan wilayah yang paling tinggi resiko bencananya. Hal itu disebabkan oleh potensi bencananya sendiri yang memang cukup besar, dan kapasitas penanggulangan yang masih harus ditingkatkan.

Selain itu, wilayah Priangan Timur juga rawan mengalami bencana di Jawa Barat.

“Yang paling tinggi sekarang Cianjur. Dari potensi bahaya dan kapasitas penanggulangannya ini masih perlu ditingkatkan. Berikutnya, Garut, kemudian Tasikmalaya, kemudian Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, lalu ke sananya lagi Sumedang, lalu Karawang, Subang, Indramayu. Sukabumi juga termasuk,” ungkap Dani.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar