Cara Praktis Tes Covid-19 dengan Tahan Napas 10 Detik, Benarkah?

  Minggu, 16 Mei 2021   Gelar Aldi S
Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang beredar luas menyebut bahwa ada cara praktis untuk mengetes Covid-19, yakni dengan menahan napas selama 10 detik.

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Sebuah unggahan di media sosial Facebook yang beredar luas menyebut bahwa ada cara praktis untuk mengetes Covid-19, yakni dengan menahan napas selama 10 detik.

Berikut narasi dari unggahan tersebut.

*AYO TES SENDIRI BEBAS CORONA SETIAP PAGI ! MURAH, SEDERHANA DAN PRAKTIS*

Oleh : DR. Berlian Siagian.

Awalnya infeksi Virus Corona mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Gejala klinis baru terlihat antara 7 - 28 hari setelah infeksi.

Test yang murah, sederhana, dan praktis  untuk mengenal infeksi Virus Corona *hanya dalam 30 detik,* tanpa kunjungan ke dokter atau pemeriksaan laboratorium, sangat kita perlukan.

Anda dapat melakukannya sendiri, tanpa bantuan orang lain !

Perhatikan cara berikut ini :

Ambil napas dalam-dalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik ! Jika setelah menahan nafas anda berhasil mengeluarkan napas pelan2 tanpa batuk, tanpa rasa tidak nyaman, tanpa lelah, dan tanpa kaku di dada, ini membuktikan bahwa tidak ada fibrosis di paru-paru anda, dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa *TIDAK ADA VIRUS APAPUN DIDALAM PARU2 ANDA !*

Anda juga perlu memastikan mulut dan tenggorokan anda lembab dan tidak kering !  *Minumlah MINIMAL SETENGAH GELAS AIR HANGAT SETIDAKNYA SETIAP 30 MENIT SEKALI.* Jadi deandainya ada virus Corona telah masuk kedalam mulut anda, air hangat yang anda minum secara teratur dapat masuk kedalam perut, *dimana KEASAMAN LAMBUNG AKAN LANGSUNG MEMBUNUH VIRUS CORONA !*

Mari jangan menjadi penonton, sampaikan kepada keluarga dan semua teman anda.

Salam sehat ! ini sangat bermanfaat.

Demikian narasi unggahan tersebut. Lantas, bagaimana kebenaran tes sederhana menahan napas 10 detik untuk deteksi bebas dari Covid-19 ?

Pemeriksaan Fakta

Berdasarkan hasil penelusuran tim cek fakta Ayobandung.com, klaim akan menahan nafas 10 detik untuk deteksi bebas dari Covid-19 adalah klaim yang menyesatkan.

Hoaks itu adalah hoaks lama yang beredar kembali. Hoaks tersebut sempat viral pada 2020, seperti yang tertera pada laman covid19.go.id. Lalu, hoaks ini kembali muncul pada 8 Mei 2021 di media sosial Facebook dan aplikasi percakapan Whatsapp.

Bila merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, WHO merilis sejumlah mitos dan fakta mengenai Covid-19. Salah satu fakta tentang Covid-19 ini adalah mampu menahan nafas selama 10 detik atau lebih tanpa batuk atau merasa tidak nyaman Bukan berarti Anda bebas dari penyakit coronavirus atau penyakit paru-paru lainnya.

"Cara terbaik untuk memastikan apakah Anda memiliki virus yang menghasilkan penyakit COVID-19 adalah dengan tes laboratorium. Anda tidak bisa memastikannya dengan latihan pernapasan ini, yang bahkan bisa berbahaya," dikutip dari who.int.

Dr. Robert Legare Atmar, spesialis penyakit menular di Sekolah Tinggi Kesehatan Baylor mengatakan, bahwa pernyataan mengenai tes tahan napas 10 detik untuk deteksi bebas dari Covid-19 adalah tidak benar.

"Ketika seseorang mengalami infeksi virus akut, mungkin sulit untuk menarik napas dalam-dalam dan tidak batuk karena saluran udara yang teriritasi. Itu maksudnya. Ia tidak mengatakan apa-apa tentang fibrosis, meskipun penderita fibrosis mungkin kesulitan melakukannya. Mampu menahan napas selama 10 detik juga tidak berarti seseorang tidak terkena virus corona," ujarnya,

Tak hanya tes tahan napas, dalam narasi di Facebook itu juga menyebutkan, dengan meminum air hangat selama 30 menit sekali, maka bisa dipastikan air hangat itu dapat membunuh virus corona.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, juga menampik kabar minum air hangat akan menyembuhkan Covid-19. Upaya untuk menyembuhkan Covid-19 dengan gejala berat atau kritis adalah dengan menggunakan obat-obatan dari dokter. ‘’Sesuai dengan dosisnya,’’ tutur Wiku.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, juga menegaskan jika kabar air hangat sembuhkan Covid-19 adalah tidak benar.

Dia meminta agar masyarakat tidak percaya kabar yang tidak tentu kebenarannya. Dia juga menyarankan agar publik bisa mencegah penularan virus dengan 3M. "Upaya pencegahan Covid-19 adalah tidak boleh kendor melakukan 3M,’’ kata Siti.

Kesimpulan

Berdasarkan fakta-fakta yang terkumpul, maka kabar mengenai tes tahan napas 10 detik dapat deteksi bebas dari Covid-19 adalah kabar yang sesat. Hal itu telah diklarifikasi langsung oleh WHO dan dokter spesialis penyakit menular asal Sekolah Tinggi Kesehatan Baylor, Dr. Robert Legare Atmar.

Tak hanya itu, masih pada narasi yang sama, kabar mengenai minum air hangat selama 30 menit sekali dapat membunuh virus corona adalah salah.  Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan kabar tersebut tidak benar.

Sumber hoaks:

https://www.facebook.com/muhammad.s.machmud/posts/10226447843091186

Link counter hoaks:

https://edition.cnn.com/2020/03/16/us/coronavirus-myths-debunking-holding-breath-10-seconds-trnd/index.html

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters

https://www.ayocirebon.com/read/2021/02/12/8814/minum-air-hangat-bisa-sembuhkan-covid-19-benarkah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar