Ketentuan Lengkap dari Kemenag untuk Sholat Idul Fitri di Ruang Publik, Panitia Mesti Siapkan Ini

  Selasa, 11 Mei 2021   Editor
Kementerian Agama (Kemenag) memberikan ketentuan lengkap untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri 2021 di ruang publik, seperti masjid dan lapangan.

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Kementerian Agama (Kemenag) memberikan ketentuan lengkap untuk pelaksanaan Sholat Idul Fitri 2021 di ruang publik, seperti masjid dan lapangan. Kemenag sendiri menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah pada Kamis, 13 Mei 2021.

Hal tersebut tertuang dalam  Surat Edaran (SE) Nomor 07 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Sholat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di Saat Pandemi Covid-19 yang diterbitkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

AYO BACA: Khutbah Idul Fitri Sebagai Tuntunan Sholat di Rumah 
AYO BACA: Ketinggalan Sholat Idul Fitri, Apakah Bisa Diganti?

Berikut ketentuan lengkap pelaksanaan Sholat Idul Fitri 2021 yang diringkas oleh Ayocirebon.com.

  1. Malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri diperbolehkan di semua masjid dan musala, namun dilaksanakan terbatas maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan mushola dengan memperhatikan standar protokol kesehatan. Sementara takbir keliling ditiadakan, namun bisa dengan disiarkan secara virtual dari masjid dan mushola.
  2. Sholat Idul Fitri 2021 di daerah yang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 tinggi (zona merah dan zona oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing.
  3. Sholat Idul Fitri 2021 dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang.
  4. Dalam hal Sholat Idul Fitri 2021 dilaksanakan di masjid dan lapangan wajib memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.
  5. Lalu jumlah jamaah tidak melebihi 50% dan berjarak antar shaf dan antar jamaah. Panitia melakukan pengecekan suhu jamaah, lalu lansia atau orang kurang sehat atau baru sembuh sakit dan dari perjalanan tidak menghadiri sholat.
  6. Seluruh jamaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan selama menyimak Khutbah Idul Fitri. Khutbah Idulfitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit.
  7. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan Sholat Idul Fitri dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah. Lalu seusai pelaksanaan sholat  jamaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.
  8. Panitia Sholat Idul Fitri sebelum menggelar sholat di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali.
  9. Silaturahmi dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open House atau Halal Bihalal di lingkungan kantor atau komunitas.
  10. Dalam hal terjadi perkembangan ekstrem Covid-19, seperti terdapat peningkatan yang signifikan angka positif Covid-19, adanya mutasi varian baru Virus Corona di suatu daerah, maka pelaksanaan surat edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat.

AYO BACA: Syarat Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 2021 dari Satgas Covid-19 
AYO BACA: Tata Cara Sholat Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19 2021

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar