Arus Lalu Lintas di Pantura Cirebon Diprediksi Meningkat 3 Hari Jelang Idul Fitri 2021

  Senin, 10 Mei 2021   Erika Lia
Papan peringatan di Pos Penyekatan Weru bagi pengendara yang melalui jalur Pantura Cirebon yang menginstruksikan kendaraan di luar nopol E (Ciayumajakuning) menuju ke arah kanan jalan untuk putar balik. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Di tengah larangan mudik sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, arus lalu lintas (lalin) di jalur Pantura Cirebon diprediksi akan semakin meningkat 3 hari menjelang Idul Fitri 2021, Senin, 10 Mei 2021.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi menyebut, peningkatan arus lalin telah terjadi sejak Minggu, 9 Mei 2021 malam.

"Kami prediksi 3 hari sebelum idulftri, arus lalin akan meningkat. Sejak semalam sudah terjadi peningkatan volume kendaraan, khususnya roda 2," ungkapnya, hari ini.

Meski larangan mudik sudah berlaku, pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan kenaikan volume kendaraan di jalur Pantura.

Rencananya, petugas mengubah sistem penyekatan di Pos Weru, tepatnya bundaran depan pusat belanja Ramayana, Kabupaten Cirebon.

Pada sistem penyekatan baru ini, pemudik akan lebih dulu dialihkan ke parkiran Ramayana. Setelah kendaraan terkumpul dalam jumlah yang ditentukan, pengendara selanjutnya diarahkan kembali ke daerah asal.

"Cara ini bisa mencegah penerobosan pengendara terhadap barikade petugas," jelasnya.

Upaya menerobos barikade oleh pengendara yang datang dari luar kota, khususnya sepeda motor, diketahui sempat terjadi di pos-pos penyekatan di Bekasi dan Karawang.

Jumlah pengendara yang tak sebanding dengan petugas membuat fungsi pos penyekatan melemah. Akibatnya, pengendara dapat meloloskan diri ke kota berikutnya.

Belakangan diketahui, terindikasi kesepakatan antar pengendara untuk membentuk rombongan lebih besar sebagai upaya melewati barikade petugas.

Sistem penyekatan baru di Pos Weru sendiri telah diujicoba pada Minggu, 9 Mei 2021 malam. Dia meyakinkan, setidaknya 5.000-6.000 kendaraan berhasil diputarbalikkan.

"Semalam kami terjunkan 150 personel di (pos penyekatan) Ramayana Weru. Ketika melihat personel banyak, pengendara patuh," cetusnya.

Menurutnya, rerata pengendara melakukan perjalanan pada malam hari sebab mengira petugas lengah akibat kelelahan.

Syahduddi meyakinkan, upaya menyekat pengendara asal luar Cirebon terus ditingkatkan, salah satunya penambahan personel.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar