Pernah di Penjara, Rambo Jalan Kaki Kelilingi Pulau Jawa Kampanyekan Lawan Narkoba

  Senin, 10 Mei 2021   Idham Nur Indrajaya
Man Rambo, mantan narapidana yang sekarang tengah serius mengampanyekan perlawanan pada narkoba. (Ayobandung.com/Idham Nur Indrajaya)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Pernah rasakan dinginnya lantai penjara membuat arah hidup Man Rambo berubah drastis. Dia dengan sengaja melangkahkan kakinya satu per satu untuk menyusuri Pulau Jawa dengan niat mengampanyekan perlawanan terhadap narkoba.

Kisahnya ini diceritakan Man Rambo saat tidak sengaja bertemu dengan Ayobandung.com di sekitar Jalan Merdeka, Kota Bandung. Keseriusannya itu pun tergambar mencolok lantaran Man Rambo menenteng sebuah papan bertuliskan kata-kata untuk memerangi keberadaan narkoba.

"Nama saya Man Rambo. Saya berasal dari Surabaya, dan saya berjalan kaki keliling Pulau Jawa untuk menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda," ujar Man Rambo saat memperkenalkan dirinya kepada Ayobandung.com sambil menepi di Taman Vandal, Jalan Merdeka, belum lama ini.

Tekadnya yang besar untuk mengimbau kepada masyarakat soal bahaya narkoba dilatarbelakangi oleh pengalaman pribadinya. Man Rambo mengaku bahwa dulu dia adalah preman yang sudah merasakan dekaman penjara. Tidak ingin orang lain terjebak di lubang yang sama dengan dirinya, Man Rambo pun melakukan aksi kampanye dengan berjalan kaki sambil membawa harapan akan adanya perubahan besar dalam masyarakat khususnya anak muda yang masih rentan terjebak lingkaran narkoba.

"Saya ini dulunya bajingan. Preman. Saya sudah pernah dipenjara. Makanya, saya melakukan ini, mengingatkan orang supaya tidak mengalami hal seperti saya," jelas Man Rambo.

Selain sudah merasakan langsung bagaimana rasanya dipenjara karena perbuatan melanggar hukum, Man Rambo pun semakin termotivasi karena melihat banyak teman-temannya yang meninggal karena narkoba. Banyak di antara teman-temannya itu pada akhirnya meninggalkan istri dan anak yang masih membutuhkan nafkah.

"Saya melakukan ini karena teman-teman saya sudah banyak yang meninggal karena narkoba. Saya mengambil jenazah di RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta sampai sudah beberapa kali. Jenazah teman-teman saya," tutur Man Rambo.

Selain mengurusi jenazah teman-temannya, Man Rambo pun tidak jarang mengulurkan tangan kepada anak-anak teman Man Rambo  yang baru lahir sementara teman-temannya berada di penjara. Man Rambo juga yang akhirnya mengurusi persalinan dan kebutuhan administrasi rumah sakit.

"Saya juga datang ke rumah sakit untuk membawa anak-anak teman saya. Anak-anak yang baru dilahirkan istrinya sementara teman-teman saya ada di penjara. Yang di penjara dikasih makan, tapi istri dan anak yang di luar penjara, siapa yang memberi makan?" sambung Man Rambo.

Melihat dirinya dan teman-temannya sudah menuai berbagai kesulitan karena dampak narkoba, Man Rambo pun menyampaikan bahwa dirinya tidak rela jika generasi muda dihancurkan oleh narkoba. Menurut apa yang sudah disaksikan dan dialaminya, narkoba hanya akan memberikan rentetan masalah.

"Saya tidak rela kalau generasi bangsa saya dihancurkan oleh narkoba. Mereka adalah orang yang patut saya lindungi. Makanya, saya mengimbau kepada generasi muda bahwa narkoba tidak akan menyelesaikan masalah, justru malah menambah masalah," tegas Man Rambo.

Man Rambo sudah melakukan aksi kampanyenya sejak tahun 2018. Selama rentang waktu itu, Man Rambo sudah sering bolak-balik Jawa Timur-Jawa Barat. Ia pun sering bergabung dengan relawan dari para mahasiswa yang melakukan aksi-aksi solidaritas.

"Setiap kali saya bertemu mahasiswa, saya perkenalkan diri sebagai mantan bajingan. Tapi saya ingatkan ke mereka bahwa saya bukannya bangga. Makanya saya cerita ke mereka itu supaya jangan ada yang sampai seperti saya. Masa depan mereka jangkauannya masih panjang," ucap Man Rambo.

Man Rambo berkeliling dari kota ke kota sambil menggendong papan imbauan yang menyampaikan maksudnya. Selain itu, dia juga selalu membawa selembaran informasi tentang bahaya narkoba yang biasanya akan difotokopi dan dibagi-bagikan kepada orang-orang di ruang-ruang publik jika dirinya sedang memegang uang untuk membayar jasa fotokopi.

Man Rambo pun mengatakan dirinya bermaksud untuk pulang ke Surabaya dengan berjalan kaki. Namun, saat ditemui, Man Rambo mengaku bahwa dirinya sedang kehabisan bekal perjalanan. Jika sudah ada bekal, dia akan pergi melanjutkan perjalanannya.

"Saat ini, saya biasa tidur di pom bensin, kadang waktu itu juga saya pernah diizinkan menginap di markas tentara. Pokoknya di mana saja," pungkas Man Rambo.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar