Ridwan Kamil Tak Izinkan Mudik Lokal: Perjalanan Wilayah Aglomerasi Hanya untuk Kerja

  Jumat, 07 Mei 2021   Editor
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Gubernur Jawa Barat menegaskan perjalanan di wilayah aglomerasi pada masa larangan mudik 2021 hanya berlaku untuk kegiatan produktivitas, seperti untuk bekerja. Pihaknya enggan mengizinkan adanya mudik lokal di wilayah aglomerasi.

“Sudah diputuskan aglomerasi itu diizinkan hanya kegiatan produktivitas, orang tinggal di Cimahi kerja di Bandung tidak akan dirazia, tidak akan disekat, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk mudik,” tegasnya, Jumat, 7 Mei 2021.

AYO BACA: 22 Ribu Kendaraan Curi-curi Mudik ke Jawa Barat Diputar Balik
AYO BACA: Bolehkan Mudik Lokal, Pemkab Cirebon Dikunjungi Satgas Covid-19 Pusat

Untuk meminimalisasi pemudik yang mengaku bekerja di wilayah aglomerasi, Ridwan Kamil meminta Satgas Covid-19 Jabar untuk melakukan upaya penindakan di titik penyekatan. 

“Kami dari Satgas akan melakukan upaya, juga memilah orang yang terlihat membawa perbekalan gaya mau mudik itu kita larang. Intinya mudik kita larang, tidak ada istilah mudik lokal. Kita koreksi. Semua jenis mudik. Itu juga dilarang,” tegasnya.

Apabila kedapatan ada yang mendahului mudik sebelum penyekatan, kata Gubernur, PPKM Mikro jadi andalan. Nanti para pemudik tersebut akan dikarantina selama lima hari.

“Maka di kampungnya isolasi mandiri, itu menjadi andalan kita untuk memastikan tidak adanya penyebaran,” ucap Kang Emil.

2 Hari, 22 Ribu Kendaran Diputar Balik

22 Ribu Kendaraan yang mencuri kesempatan untuk melakukan mudik ke Jawa Barat diputar balikan selama dua hari ini. Mereka kena hadangan petugas di batas kota, gerbang tol, jalan-jalan tikus dari tolal 158 titik penyekatan di Jawa Barat.

“Sudah 22.000 (kendaraan) diputarbalikkan karena ketahuan curi-curi mudik,” ujar Ridwan Kamil.

AYO BACA: Lebaran Tanpa Mudik, Bentuk Pengorbanan Selama Masih Pandemi
AYO BACA: Tok! Masyarakat Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan Boleh Mudik Lokal

Menurutnya, proses pelarangan mudik sangat dinamis. Imbas adanya pemberitaan terjadinya penumpukan di berbagai daerah tujuan mudik.

“Dan hikmahnya hari ini lalu lintas lebih lengang. Karena pemberitaan terjadinya dinamika luar biasa kemarin membuat yang mau mudik mengurungkan niat,” tuturnya.

Sementara itu, pada masa larangan mudik 2021, dua daerah di Jawa Barat berstatus zona merah penyebaran Covid-19 alias risiko penyebarannya tinggi. Dua daerah itu adalah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya.

Ridwan Kamil pun meminta kepala daerah bersama forkopimda dua daerah tersebut bekerja keras dalam satu minggu ini untuk menurunkan kasus Covid-19. 

Meski zona merah muncul kembali, namun tingkat keterisian rumah sakit pekan ini 36,32 persen. Ini menjadi sejarah karena pada 2020 rata-rata tingkat keterisian rumah sakit di angka 50-60 persen.

“Kasus membuktikan tiap libur panjang rumah sakit lompat ke 80 persen. Sekarang keterisiannya hanya 30 persen, itu menandakan tren turun ini harus kita jaga dengan baik,” kata dia. 

AYO BACA: Selain Pemudik, Objek Wisata Juga Bakal Kena Penyekatan
AYO BACA: Kelengkapan Perjalanan yang Dicek Kepolisian di Pos Penyekatan

Gubernur mengimbau masyarakat tidak memaksakan mudik dan bersabar dengan taat aturan pemerintah, agar keluarga di rumah tetap aman karena pandemi belum berakhir. 

“Kami ingatkan ke masyarakat jangan memaksakan diri. Taat pada aturan. Semata-mata kami bukan melarang kemuliaan mudik bertemu orang tua, tapi situasi pandemi belum terkendali,” tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar