Paguyuban Sunda Tanggapi Sunda Nusantara: Mereka Kelompok Terlalu Bereuforia Tinggi

  Jumat, 07 Mei 2021   Idham Nur Indrajaya
Kendaraan yang belum lama ini ditilang kepolisian karena penggunaaannya tak sesuai dengan aturan di Indonesia. Pengemudi terkait mengaku-ngaku dari Sunda Nusantara. (dok ist)

CIMAHI, AYOCIREBON.COM -- Terkait dengan adanya warga yang mengaku berasal dari Kekaisaran Sunda Nusantara, Ketua Umum Paguyuban Sundawani Wirabuana Robby Maulana Zulkarnaen pun memberi tanggapan.

Menurut Robby, kasus fenomena Sunda Nusantara kurang-lebih memiliki persamaan dengan Sunda Empire yang sempat menggegerkan masyarakat beberapa waktu silam, yakni berawal dari adanya euforia yang berlebihan terhadap kebudayaan Sunda.

"Saya rasa, mereka itu kelompok orang-orang yang bereuforia terlalu tinggi, berhalusinasi, dan mereka menyebarkannya menjadi sebuah keyakinan," ujar Robby melalui perbincangan telepon, Jumat, 7 Mei 2021.

Robby pun menyampaikan, dirinya sudah melihat fenomena kelompok Sunda fanatik sejak lama. Namun, Roby pun beranggapan, jika kelompok itu menyebarluaskan kepercayaan sampai membentuk negara, kelompok itu dapat membahayakan bagi masyarakat Sunda pada umumnya.

"Saya mengenal hal seperti ini dari tahun sekitar tahun 1983/1984. Fenomena ini sudah lama sekali. Yang dikhawatirkan itu jika kepercayaan ini terus menyebar, perpecahan mungkin bukan hanya secara revolusi atau perpecahan dua kelompok negara dalam negara, tapi perpecahan di dalam keyakinan masyarakat Sunda juga," ungkap Robby.

Dalam pemberitaan mengenai munculnya warga yang mengaku dari Sunda Nusantara, sempat disebut-sebut juga bahwa Sunda Nusantara ini memiliki proyeksi yang sama dengan Sunda Empire. Dua nama kelompok lainnya pun sempat disebutkan, yakni Sunda Archipelago dan Sunda Atlantis.

Terkait dengan kelompok yang disebut Sunda Atlantis, Robby menilai kelompok itu kemungkinan mengambil landasan dari penelitian Prof. Arysio Nunes dos Santos yang menulis buku Atlantis: The Lost Continent Finally Found yang menyebut-nyebut bahwa benua yang diperkenalkan oleh Filsuf Plato itu berada di Indonesia dan akhirnya dikaitkan dengan masyarakat Sunda.

"Bahwa memang kalau tentang Sunda Atlantis itu memang betul ada kaitan dengan peneligian dari Arysio Nunes dos Santos tentang Atlantis. Tapi, ketika penelitian itu dihubungkan dengan semangat bahwa kita harus menjadi sebuah negara yang mandiri ini, saya rasa agak ngaco," kata Robby.

Selanjutnya, Robby menyampaikan, fenomena kelompok-kelompok Sunda fanatik semacam Sunda Empire dan Sunda Nusantara, selain bisa memicu revolusi yang memecah-belah, bisa juga merusak etos kerja dari para generasi muda di masyarakat Sunda. Maka dari itu, menurut Robby, kelompok-kelompok serupa harus memperoleh penindakan dari aparat.

"Yang jelas, itu sudah melanggar hukum karena sampai mengatasnamakan sebuah negara di dalam negara. Harus ditindak," tegas Robby. 

Sementara itu, petinggi Sunda Empire Raden Rangga Sasana tak menampik keberadaan Sunda Nusantara. Walau berbeda dengan Sunda Empire, namun Sunda Nusantara memiliki semangat yang sama.

Bahka Rangga bercerita jika anggota Sunda Nusantara masih ada yang berkerabat dengan Nasri Banks, petinggi lain Sunda Empire.

“Feeling saya masih ada keterkaitan semangat membuat suatu tatanan sistem karena ada hubungan tertentu, karena ada anggota Sunda Nusantara yang masih kerabat dengan Bang Nasri,” ujar Rangga melalui pernayaan kuasa hukumnya, Erwin Syahduddi, seperti dikutip dari Suara.com.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar