Masjid Pusaka Baiturrahmah, Cikal Bakal Pusat Penyebaran Agama Islam di Indramayu

  Jumat, 07 Mei 2021   Erika Lia
Masjid Pusaka Baiturrahmah di Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, yang diyakini sebagai pusat penyebaran agama Islam di pusat Indramayu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Masjid Pusaka Baiturrahmah di Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, harus rela kehilangan statusnya sebagai cagar budaya.

Kisahnya sebagai cikal bakal pusat pemerintahan dan agama Islam di Indramayu tersimpan di balik beberapa benda yang masih tersimpan baik di sana.

Tak diketahui pasti pendirian awal masjid tersebut. Hanya, diyakini dibangun bersamaan terbentuknya Kabupaten Indramayu pada 7 Oktober 1527 M.

AYO BACA: 5 Negara dengan Pertumbuhan Populasi Muslim Tercepat, Israel Salah Satunya
AYO BACA: Masjid Kuno Bondan, Didirikan Syekh Datul Kahfi dalam Waktu Semalam

Bangunan masjid sendiri bergaya arsitektur Hindu Islam, yang menjadi ciri khas masjid pusaka. 

Masjid Pusaka Baiturrahmah sedianya bernama Masjid Dermayu, sesuai dengan nama desa yang diyakini sebagai awal pusat pemerintahan Indramayu. Nama baru disandangnya setelah renovasi beberapa kali.

Ketua DKM, Dasim Iqbal (63) mengungkapkan, sejak berdiri, masjid itu direnovasi pada 1775, 1813, 1883, 1927, 1956, dan 1986.

"Jamaahnya terus bertambah, makanya direnovasi," jelasnya kepada Ayocirebon.com.

Dulu, bangunan masjid berupa kayu. Semakin lama, kayu pun melapuk.

Seusai direnovasi, masjid yang sebelumnya dikenal dengan nama Masjid Dermayu itu berubah nama menjadi Masjid Pusaka Baiturrahmah.

Sayang, renovasi sendiri di sisi lain banyak menghilangkan struktur asli bangunan. Status sebagai cagar budaya yang sebelumnya disandang masjid ini lantas dicabut pada 2001. 

AYO BACA: Berdiri Sejak 1437, Masjid Jagabayan Cirebon Tempat Wali Musyawarahkan Penyebaran Islam
AYO BACA: Situs Petilasan Pangeran Pasarean Destinasi Favorit Para Peziarah

Sekalipun banyak mengalami renovasi, beberapa bagian masjid masih asli. Dia menyebut keaslian bangunan, antara lain memolo masjid, Saka Papat di bagian dalam masjid, gebyog Kaligrafi di bagian imam, juga mimbar yang kini disimpan sebagai koleksi museum masjid.

Sebuah sumur yang bisa dimanfaatkan untuk berwudhu diyakini asli sejak masjid dibangun. Sumur yang diakrabi masyarakat sekitar dengan sebutan sumur pengantin itu pun dianggap keramat.

"Disebut sumur pengantin karena konon ada sepasang laki-laki dan perempuan yang berdoa agar disatukan menjadi pasangan suami istri di sumur itu. Doa mereka kemudian terkabul," ceritanya.

Masjid Pusaka Baiturrahmah sendiri diyakini sebagai salah satu bukti pendirian awal Indramayu. Keberadaan masjid ini bersamaan dengan pendirian pendopo oleh Raden Bagus Arya Wiralodra dan Endang Darma Ayu.

Pendopo menandai pusat pemerintahan Kabupaten Indramayu dahulu. Sementara, Masjid Pusaka Baiturrahmah diyakini sebagai pusat penyebaran agama Islam.

Pada 1870, pemerintah kolonialisme Belanda selanjutnya memindahkan pusat pemerintahan Indramayu ke lokasi pendopo sekarang berada.

Pendopo lama diketahui lenyap tanpa sisa. Namun, Masjid Dermayu sendiri masih berdiri, sebelum lantas berganti nama menjadi Masjid Pusaka Baiturrahmah.

AYO BACA: Legenda Ki Jumad dan Larangan Menabuh Bedug di Masjid Desa Jatisawit Indramayu
AYO BACA: Sholat Idul Fitri 2021 Boleh di Masjid dan Lapangan Dengan Ketentuan Ini
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar