Sony Xperia yang Tak Sepi Peminat Walau Limbah Orang Jepang

  Kamis, 06 Mei 2021   Editor
Sony Xperia. (Getty Images)

AYOCIREBON.COM -- Seperti telah kita ketahui, dunia teknologi mengalami perkembangan yang begitu pesat. Ponsel genggam yang pada awalnya hanya digunakan untuk keperluan mengirim pesan teks dan menerima panggilan kini sudah bertransformasi menjadi smartphone dengan berbagai fitur canggih yang memanjakan kebutuhan penggunanya. Banyak vendor smartphone yang berlomba-lomba menyematkan teknologi terkini pada produk yang mereka keluarkan. Persaingan bisnis tersebut justru menjadi anugrah bagi para pecinta teknologi di seluruh penjuru tanah air. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan smartphone yang mempunyai segudang fitur canggih dengan harga terjangkau.

Vendor asal Jepang tak mau kalah dengan tren

Jika berbicara mengenai vendor smartphone, salah satu pabrikan asal Jepang yang dikenal dengan julukan ‘camera smartphone’ tidak mau ketinggalan zaman. Sejak dulu Sony Mobile memang dikenal sudah merilis berbagai varian ponsel dengan beragam tipe, desain, serta fitur yang ditawarkan. Namun, Sony justru baru merilis ponsel pintar pertama mereka pada awal tahun 2012 dengan trademark ‘Xperia’. Jika dilihat dari segi pangsa pasar, rata-rata pengguna dari brand ini ialah para pecandu mobile photography. Sony memang dikenal dengan fitur kameranya yang cukup mumpuni. Dukungan teknologi 4K HDR, lensa wide-angle, Optical Image Stabilization (OIS), Electronic Image Stabilizer (EIS), autofokus eye-tracking, Ultra-ISO, dll. Sudah tidak mengherankan lagi mengingat mereka juga merupakan vendor dari kamera digital sejak akhir abad ke-20. Selain kapasitasnya pada sektor kamera, ponsel besutan Sony juga dilengkapi dengan kualitas audio yang mumpuni. Balutan dolby Atmos, stereo speaker, serta Hi-Res Audio menjadikannya sebagai primadona bagi para penikmat musik.

Pamit dari industri ponsel Indonesia dan mengalihkan sektor fokus penjualan

Sejak pertama kali Sony merilis smartphone perdana, antusiasme luar biasa datang dari para ‘gadgetmania’, tak terkecuali dari tanah air. Namun, hegemoni tersebut tak dapat bertahan begitu lama. Sejak tahun 2016 lalu Sony sudah meninggalkan pangsa pasar Indonesia. Hal itu terjadi karena serbuan dan kemunculan vendor smartphone dari China yang menawarkan fitur serupa dengan harga yang lebih murah. Selain itu, Sony Mobile lebih memfokuskan diri pada penjualan sensor kamera ponsel dan digital yang dinilai lebih mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Bagaimana kualitas smartphone Sony sendiri?

Mengenai kualitas smartphone Sony yang sejauh ini telah sempat saya jajal dari mulai Sony Xperia Z1 Compact, Sony Xperia X Compact, Sony Xperia Z5 Premium, Sony Xperia X Performance, hingga Sony Xperia XZ2 Premium semuanya memang terbukti bisa memuaskan kebutuhan saya secara keseluruhan atas fitur yang diberikan oleh brand asal Jepang tersebut. Kebutuhan sehari-hari saya sendiri ialah multimedia purpose seperti streaming film favorit di aplikasi Netflix, mendengarkan musik, dan memotret pemandangan alam. Dengan dukungan layar Triluminos Display yang bisa menampilkan warna secara jelas dan natural pada layar smartphone mata saya seperti merasa dimanjakan selama berjam-jam saat sedang menonton film kesayangan. Hal lain yang membuat saya terkesima ialah output dari audio yang dihasilkan. Fitur HI-Res Audio dengan sokongan dolby Atmos Player membuat saya seperti sedang berada di studio musik pribadi. Lalu dari sektor kamera juga sangat mendukung untuk penggunaan outdoor photography. Saturasi warna yang berimbang membuat kualitas gambar yang dihasilkan sangat sesuai dengan objek yang dipotret. Tak heran, meskipun vendor asal China datang silih berganti membuat saya susah untuk berpaling dari brand satu ini.

Apakah di Indonesia masih ada peminat ponsel Sony?

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air. Peminat dari ponsel ini justru tidak pernah surut. Terbukti dari komunitas grup facebook-nya yang justru memiliki anggota hingga ratusan ribu dengan jumlah post-per-day mencapai puluhan postingan per harinya. Jika dilihat secara sekilas, memang Sony sudah menarik peredaran ponselnya di Indonesia, namun mengapa pemilik ponsel Sony di Indonesia justru kian bertambah? Ternyata penjual ponsel Sony di berbagai marketplace online seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee masih sering dijumpai. Bahkan salah satu lapak yang khusus menjual produk ponsel eks-Jepang di marketplace Shopee sudah menjual lebih dari puluhan ribu unit dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. Seorang penjual ponsel eks-Jepang mengaku bahwa julukan ‘limbah jepang’ tersemat pada ponsel ini karena ponsel Sony yang sekarang beredar dan dijual pada marketplace online merupakan ponsel bekas pemakaian orang Jepang.

Sebelumnya, ketika warga Jepang ingin membeli ponsel Sony, maka mereka akan dikenakan kontrak selama 2 tahun dari provider dan mendapatkan paket berupa ponsel, paket data, dan nomor telepon. Ketika ponsel tersebut habis masa kontraknya, maka ia akan mengembalikan ponsel tersebut pada provider untuk ditukar dengan unit baru. Nah, unit lama yang sebelumnya dipakai oleh orang Jepang tadi dijual kembali oleh provider kepada importir pemesan ponsel yang sudah habis masa kontraknya tersebut untuk dijual kembali di Indonesia dengan harga yang miring. “Handphone Sony ini kan udah terkenal dengan fiturnya yang canggih terutama di sektor kameranya, makanya gak heran kalo permintaan pasarnya masih cukup tinggi, lalu saya lihat itu sebagai peluang bisnis apalagi harga bekasnya beda jauh dari beli baru”, ujar penjual ponsel eks-Jepang yang enggan disebutkan namanya ketika dihubungi via Whatsapp.

(Netizen Muhammad Fauzan Ramadhan/ Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran)

Artikel sudah dimuat oleh Ayobandung.com dengan judul Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar