Syarat Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 2021 dari Satgas Covid-19

  Selasa, 04 Mei 2021   Republika.co.id
Masyarakat diingatkan untuk mengikuti pedoman terkait pelaksanaan ibadah pada Ramadhan 2021, berikut di dalamnya sholat-sholat berjamaah, seperti Sholat Idul Fitri 2021.

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Masyarakat diingatkan untuk mengikuti pedoman terkait pelaksanaan ibadah pada Ramadhan 2021, berikut di dalamnya sholat-sholat berjamaah, seperti Sholat Idul Fitri 2021. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, pelaksanaan ibadah berjamaah hanya boleh dilakukan oleh masyarakat di zona kuning dan hijau, itupun dengan sejumlah syarat. Warga di zona kuning dan hijau yang ingin menjalankan ibadah berjamaah harus mampu meminimalisir kegiatan yang memunculkan kerumunan selama ibadah berlangsung.

"Misalnya, mengimbau melakukan wudhu dari rumah, membawa peralatan dan alas ibadah sendiri, hanya diikuti jemaah dengan jumlah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau mushola," ujar Wiku dalam keterangan pers, Selasa (4/5).

Masyarakat juga diminta membentuk satgas pengendalian Covid-19 di level masjid atau mushola untuk menegakkan kedisplinan dalam menjalankan protokol kesehatan. Terutama untuk menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan pembersihan dengan disinfektan secara rutin.

AYO BACA :

"Jika memungkinkan, memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung ibadah misalnya mendengarkan khutbah via virtual," kata Wiku.

Masyarakat yang ingin menjalankan kegiatan buka bersama, sahur bersama, peringatan nuzulul Quran, takbiran, dan halal bi halal atau silaturahim dengan jumlah massa yang cukup banyak, diharuskan berkoordinasi lebih dulu dengan satgas Covid-19 di daerah. Durasi acara juga diminta untuk diperpendek dan aktivitas dilakukan di luar ruang.

"Lebih baik dilakukan di luar ruangan untuk mengurangi sirkulasi virus di ruang tertutup dengan maksimal isi 50 persen dari kapasitas. Dihadiri orang terdekat saja, misalnya keluarga atau kerabat dekat satu wilayah," kata Wiku.

Wiku mengingatkan, ulama di Tanah Air sudah menyatakan bahwa keterbatasan kegiatan ibadah selama pandemi tidak akan mengurangi nilai ibadah yang dilakukan. Hal terpenting saat ini, ujarnya, adalah membawa Indonesia lepas dari pandemi Covid-19 secepatnya.

"Mari jalankan hal yang wajib, yakni untuk saling melindungi baik diri sendiri atau orang lain dan menunda terlebih dulu praktik ibadah yang timbulkan kerumunan dan dilakukan di dalam ruangan tertutup," ujar Wiku.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar