KA Khusus Non Mudik Bakal Dioperasikan di Cirebon Selama Masa Larangan Mudik

  Selasa, 04 Mei 2021   Erika Lia
KA khusus non mudik disiapkan PT KAI Daop 3 Cirebon bagi perjalanan yang dikecualikan dengan tujuan 6 daerah di Jawa. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Sebanyak 6 kereta api (KA) Jarak Jauh khusus non mudik akan dioperasikan PT KAI Daop 3 Cirebon selama masa larangan mudik berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Ke-6 KA khusus non mudik itu sendiri memiliki tujuan masing-masing Jakarta, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Malang. 

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto menyatakan, ke-6 KA khusus non mudik itu dioperasikan hanya untuk pelaku perjalanan yang bersifat mendesak.

"KA khusus ini bukan untuk melayani masyarakat yang ingin mudik Lebaran, tapi khusus untuk masyarakat yang termasuk dalam daftar pengecualian sesuai aturan yang berlaku," terangnya, Selasa, 4 Mei 2021.

AYO BACA: Bill Gates Bercerai, Bagaimana Kabar Gates Foundation ? 
AYO BACA: Amalan Saat Beritikaf di Mesjid di 10 Malam Terakhir Ramadhan

Dia meyakinkan, pengoperasian KA khusus non mudik sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021.

Pihaknya berkomitmen mematuhi aturan dan kebijakan pemerintah bahwa mudik dilarang.

Dia menyebutkan, pelaku perjalanan yang dikecualikan selama masa larangan mudik masing-masing pekerja yang tengah melakukan perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi seorang anggota keluarga, dan kepentingan non mudik tertentu lain yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat.

Bagi pegawai instansi pemerintahan/ASN/BUMN/BUMD/prajurit TNI/anggota Polri, syarat pemanfaatan KA khusus non mudik ini yakni surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Sementara, bagi pegawai swasta, wajib melampirkan surat izin perjalanan tertulis bertandatangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan.

"Bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum non pekerja, wajib melampirkan surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari Kepala desa/lurah setempat," tambahnya.

AYO BACA: Pelecehan di Internet, Walau Online Pengaruhnya Negatif
AYO BACA: Jadwal Sholat, Jadwal Imsakiyah Kota Cirebon 1-31 Mei 2021

Dia menegaskan, surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan yang dikecualikan itu berlaku individual, untuk sekali perjalanan pergi-pulang, dan bersifat wajib bagi pelaku perjalanan berusia 17 tahun ke atas.

Selain persyaratan surat izin perjalanan tertulis, para pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik ini pula tetap wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

"Petugas akan memverifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun," ujarnya.

Bila ditemukan calon penumpang yang berkasnya tak lengkap atau tak sesuai, penumpang tak diizinkan naik KA dan tiket akan dibatalkan.

Dengan alasan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, pihaknya hanya menjual tiket sebanyak 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.

AYO BACA: Umpat Pemakai Masker di Mal Tolol, Pria Ini Diciduk Polisi
AYO BACA: Populer di Cirebon, Ini Kiat Ternak Lebah Klanceng Hingga Potensi Investasinya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar