Mal Dikerumuni, MUI Ingatkan Muslim tak Perlu Tampil Mewah saat Lebaran

  Senin, 03 Mei 2021   Republika.co.id
Kawasan Pasar Tanah Abang. (Dok Suara.com/Dian Latifah)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis memberikan pesan terhadap masyarakat yang hendak merayakan Lebaran Idul Fitri 2021. Hal ini sebagai respon kerumunan mal seperti di Pasar Tanah Abang.

Kiai Cholil mengimbau umat Muslim tak perlu bermewah-mewahan untuk merayakan Idul Fitri. Muslim dianjurkan memahami makna sebenarnya Idul Fitri ialah kembali ke kesucian diri. 

AYO BACA: Apakah Keluarga Berkah Menerima Zakat Fitrah? Bagaimana Hukumnya?

Kiai Cholil juga menganjurkan Muslim supaya mengindari kegiatan belanja yang menimbulkan kerumunan. Ia menganjurkan Muslim melakukan belanja daring.

"Lebaran barang kali seperlunya saja karena tidak perlu pulang kampung dan belanja online saja untuk hindari kerumunan," kata kiai Cholil pada Republika, Senin, 3 Mei 2021.

Kiai Cholil mengingatkan Muslim sebaiknya menunaikan itikaf ke Masjid ketimbang belanja. Itikaf merupakan sunnah spesial yang hanya ada di 10 hari terakhir bulan Ramadhan guna mendongkrak pahala sekaligus melunturkan dosa.

AYO BACA: Niat Zakat Fitrah untuk Sendiri, Keluarga, Orang yang Diwakilkan, Serta Doa Penerima

"Seharusnya umat Islam mengikuti sunnah rasul jelang akhir Ramadhan dengan melakukan itikaf di Masjid," ujar Kiai Cholil.

Kiai Cholil menyampaikan itikaf bermakna besar bagi Muslim. "Rasul lakukan itu untuk melepaskan diri dari kepentingan duniawi semata-mata untuk Allah sebisa mungkin," ucap Kiai Cholil.

Video yang viral pada Sabtu akhir pekan lalu menunjukkan, pengunjung berjubel saat berbelanja di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tidak ada penerapan protokol kesehatan (prokes) karena jumlah pengunjung sangat banyak. Sehari berselang atau pada Ahad, aparat gabungan melakukan penertiban untuk mencegah penularan Covid-19.

Meski ribuan aparat gabungan dikerahkan, tapi tak semua area pasar bebas kerumunan. 

AYO BACA: Niat Itikaf, Rukun dan Tata Cara Itikaf yang Benar Meraih Malam Lailatul Qodar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar