Klaster Covid-19 dari Sholat Tarawih, Menag Minta Prokes Ditaati

  Jumat, 30 April 2021   Editor
ilustrasi sholat tarawih.

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas prihatin dengan munculnya klaster Covid-19 diduga dari kegiatan Sholat Tarawih di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

Atas kejadian itu, dia meminta semua pihak bisa lebih menaati dan senantiasa menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Ia mewanti-wanti, potensi penyebaran virus yang mengancam jiwa bisa bisa datang dari manapun. 

"Ini yang harus diantisipasi bersama. Saya minta Kakanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kab/Kota, hingga penyuluh KUA untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi pelaksanaan panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri,” kata Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 April 2021.

Dia menjelaskan, kementeriannya sejak awal sudah menerbitkan surat edaran yang berisikan tentang panduan ibadah ramadhan dan idul fitri. 

Edaran tersebut antara lain mengatur pengurus masjid atau mushola dapat menyelenggarakan kegiatan sholat fardu lima waktu, Sholat Tarawih dan Witir, tadarus Alquran, serta iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid atau mushola. 

Namun ia menegaskan, ttu pun harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing.

Lebih lanjut, surat edaran menyinggung kegiatan pengajian atau semacamnya, paling lama dengan durasi waktu 15  menit. Sementara peringatan Nuzulul Quran di juga harus dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. 

Dia malam meminta pengurus atau pengelola masjid atau musholala wajib menunjuk petugas khusus untuk mengawal penerapan protokol kesehatan.Jika ada petugas, maka ketika diketahui ada jamaah yang sedang tidak sehat seperti halnya di Banyumas, jamaah tersebut tidak diizinkan masuk untuk menjaga jamaah lain.

Selain memastikan jamaah menerapkan prokes, katanya, petugas yang ditunjuk juga melakukan penyemprotan disinfektan secara teratur dan menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/mushala.

“Catatan pentingnya, kegiatan ibadah Ramadhan di masjid / mushola, seperti Sholat Tarawih, Witir, tadarus Alquran, iktikaf, dan Peringatan Nuzulul Quran tidak boleh dilaksanakan di daerah yang termasuk kategori zona merah (risiko tinggi) dan zona oranye (risiko sedang) penyebaran Covid-19 berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat,” tegas Menag.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar