Ruang Gerak Jozeph Paul Zhang Dipersempit, Keluarga Diperiksa

  Kamis, 22 April 2021   Republika.co.id
Jozeph Paul Zhang. (YouTube)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Ruang gerak Jozeph Paul Zhang (JPZ) dipersempit kepolisian. Keluarganya pun diperiksa atas dugaan ujaran kebencian yang diperbuatnya.

Upaya mempersempit ruang gerak di luar negeri tersebut dilakukan Bareskrim Polri dengan menerbitkan red notice.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, sekretariat National Central Bureau (NCB) Indonesia telah mengirimkan surat ke Markas Besar Interpol di Lyon, Prancis, untuk menerbitkan red notice.

"Tak lama lagi red notice keluar, JPZ pergerakannya dipersempit," kata Rusdi di Jakarta Selatan, Kamis, 22 April 2021.

AYO BACA: Boleh Dipakai Ulang, Begini Panduan IDI Merawat Masker N95
AYO BACA: Link Live Streaming dan Jadwal Persija vs Persib Final Piala Menpora 2021

Bila permohonan red notice tersebut disetujui, polisi dapat mengantisipasi upaya yang mungkin dilakukan Jozeph Paul Zhang untuk lari dari tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia untuk patuh dan tunduk terhadap hukum yang berlaku.

"Tentunya ini akan sangat berguna dengan red notice tersebut, JPZ tentunya pergerakannya akan makin dipersempit," kata Rusdi.

Polri juga melakukan upaya lain dengan menyidik kasus Jozeph Paul Zhang dengan memeriksa sejumlah pihak termasuk kerabatnya atau orang terdekat tersangka.

"Proses tetap berjalan, Bareskrim Polri akan memeriksa orang-orang terdekat dengan Jozeph Paul Zhang," kata Rusdi.

Rusdi mengatakan, pemeriksaan orang-orang terdekat seperti keluarga tersangka untuk menggali informasi mengenai Jozeph Paul Zhang. 

AYO BACA: Mutasi Covid-19 Sudah Tersebar di Seluruh Provinsi Indonesia
AYO BACA: Alasan Emil Jorjoran Revitalisasi Alun-alun se-Jabar 

Youtuber Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai nabi ke-26 yang disampaikannya dalam forum diskusi Zoom yang disiarkan di kanal YouTube pribadinya dengan tema "Puasa Lalim Islam".

Dalam video tersebut, Jozeph membuat sayembara bagi siapa saja yang melaporkannya kepada polisi dengan mengaku sebagai nabi ke-26. Dia juga menghina dan memfitnah Nabi Muhammad SAW.

Ucapannya dalam video telah menyinggung umat Islam yang tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Hingga Polri turun tangan menindaklanjuti kasus tersebut dan memburu keberadaan pria tersebut yang terindikasi berada di Jerman.

Tidak hanya itu, dalam videonya, Jozeph juga menyerang Nahdlatul Ulama (NU) dan terkesan membela Partai Komunis Indonesia (PKI). Jozeph menuding NU telah membantai tiga juta anggota PKI pada peristiwa 1965.

AYO BACA: Ragam Bacaan Doa Buka Puasa Selain Allaahumma lakasumtu
AYO BACA: Keutamaan dan Pahala Shalat Tarawih Berjamaah di Masjid maupun Sendiri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar