Boleh Dipakai Ulang, Begini Panduan IDI Merawat Masker N95

  Kamis, 22 April 2021   Republika.co.id
ilustrasi masker N95. (Pixabay/cromaconceptovisual)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, masker N95 boleh dipakai ulang. Hal tersebut ia ungkapkan berdasarkan sejumlah penelitian, namun terdapat cara menyimpan dan memakainya kembali.

"Beberapa studi memang membolehkan masker N95 dipakai ulang. Namun, dengan catatan. Misalnya, meminimalkan kontak yang tidak perlu dengan permukaan dalam masker, kepatuhan terhadap kebersihan tangan, teknik mengenakan dan melepas masker yang tepat," katanya dalam cuitan di akun Twitter miliknya, Kamis, 22 April 2021.

Kemudian, ia menjelaskan masker N95 yang termasuk jenis masker respirator. Huruf ’N’ itu artinya not resistant to oil alias tidak tahan minyak. Sedangkan '95' merupakan kode persen yang mengartikan masker ini punya kemampuan menyaring 95 persen partikel udara.

AYO BACA: Link Live Streaming dan Jadwal Persija vs Persib Final Piala Menpora 2021

Dengan kemampuan seperti itu, N95 dapat menyaring partikel berukuran lebih besar 0,3 mikron. Sehingga cukup efektif menyaring virus. Sebab itu, masker ini jadi andalan tenaga medis dan kesehatan untuk digunakan.

"Lalu, jika ingin dipakai kembali, simpan masker N95 di wadah yang bersih seperti kantong kertas. Untuk meminimalkan kontaminasi silang, simpan di kantong sendiri agar tidak saling bersentuhan dengan masker orang lain. Wadah penyimpanan ini disarankan jangan sampai mengubah bentuk masker," kata dia.

Ia menambahkan wadah penyimpanan tadi harus dibersihkan secara teratur atau buang ketika sudah beberapa kali pakai. Yang krusial, bersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer berbahan dasar alkohol sebelum dan sesudah menyentuh atau menyesuaikan masker.

AYO BACA: Mutasi Covid-19 Sudah Tersebar di Seluruh Provinsi Indonesia

Selanjutnya, hindari menyentuh bagian dalam masker. Jika sentuhan terjadi, buang masker tersebut dan bersihkan tangan kembali. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, ada metode dekontaminasi untuk masker N95 ini. Di antaranya memakai paparan sinar ultraviolet dan semprotan etanol dengan kadar 70 persen.

"Saran beberapa studi, jumlah penggunaan kembali masker N95 itu dibatasi. Yaitu tidak lebih dari tiga sampai lima kali penggunaan. Bisa dicek juga secara mandiri apakah tali masker bekas itu masih cukup ketat untuk dipakai atau tidak," kata dia.

Menurutnya, masker N95 cuma boleh dipakai oleh satu orang. Jangan sampai tertukar dan amat disarankan untuk membuang masker yang telah terkontaminasi darah, cairan pernapasan atau cairan tubuh lainnya dari pasien.

"Adapun Studi Lancet menyarankan untuk memakai dua masker yaitu N95 dan KN95. Gunakan satu untuk hari ini dan simpan satunya di kantong kertas untuk besoknya. Terus bergantian tiap 24 jam. Bisa terus digunakan berminggu-minggu jika tidak rusak," kata dia.

AYO BACA: Alasan Emil Jorjoran Revitalisasi Alun-alun se-Jabar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar