Profil Ahmad Djuhara, Arsitek yang Namanya Dijadikan Ruang Kreatif di Cirebon

  Kamis, 22 April 2021   Erika Lia
Arsitek Ahmad Djauhara [istimewa]
KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang akrab di sapa Kang Emil, mengganti nama Gedung Negara, eks Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Cirebon menjadi Ruang Kreatif Ahmad Djuhara.
 
Ruang Kreatif Ahmad Djuhara merupakan ruang bagi publik untuk berkreasi dan berkegiatan, seperti pameran batik, pameran lukisan, olahraga, seminar, dan lainnya.
 
Siapapun, seniman, pelaku UMKM, olahrawagan, akademisi, dan lainnya di Wilayah Cirebon Raya/Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), dipastikan Emil, dapat memanfaatkannya.
 
Penamaan Ruang Kreatif Ahmad Djuhara, disampaikan Emil sebagai bentuk penghormatan atas guru sekaligus seniornya, Ahmad Djuhara.
 
Dia diketahui menjadi arsitek gedung creative center itu. Sayang, sang guru telah meninggal dunia setelah diduga terpapar Covid-19 pada 2020.
 
"Ahmad Djuhara merupakan orang kreatif dan untuk itu, saya memberi nama Ruang Kreatif Ahmad Djuhara (pada gedung creative center)," kata Emil.
 
Emil berharap, kreativitas Ahmad Djuhara dapat merambat pada generasi muda Cirebon Raya. Dia pun tak mengharapkan gedung itu menjadi kosong dan sepi pasca diresmikannya pada 21 April 2021.
 
"Saya titip, jangan sampai ruang ini kosong enggak kepake. Mendingan parebut (berebutan) sampai berantem-beranteman, dari pada kosong dan enggak ada yang datang," ungkapnya.
 
Lebih jauh, Emil menyarankan penambahan spot swafoto pada halaman belakang gedung yang terbilang luas. Aktivitas yang tengah tren itu pada gilirannya diyakini dapat meningkatkan gairah pelancong.
 
Lantas, siapa Ahmad Djuhara? Berikut Profil arsitek Ahmad Djauhara:
 
Disarikan Ayocirebon.com dari berbagai sumber, Ahmad Djuhara merupakan arsitek kelahiran Jakarta, 22 November 1966.
 
Dia meninggal dunia sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta. Dia meninggalkan seorang istri yang pula berprofesi sebagai arsitek, Wendy Djuhara.
 
Sebelum berpulang ke haribaan Tuhan YME pada 27 Maret 2020, Ahmad Djuhara dikenal sebagai Ketua Ikatan Arsitek Indonesia selama 2 periode, masing-masing 2015-2018 dan 2018-2021.
 
Alumni Universitas Katolik Parahyangan Bandung ini banyak berpameran dan meraih penghargaan di dalam negeri maupun mancanegara. Sebelum merancang gedung creative center di Cirebon, beberapa karya Ahmad Djuhara antara lain, Sugiharto Steel House dan Wisnu & Ndari House atau Rumah Baja Wisnu.
 
Sugiharto Steel House berupa sebuah hunian berbiaya rendah di atas tanah 117 m2. Dia membuat struktur besi dan papan metal zyncalum sebagai material utama untuk mereduksi biaya material sampai tenaga kerja yang diperlukan.
 
Karyanya itu mengantarkan Ahmad Djuhara masuk sebagai short listed project dalam Aga Khan Award for Architecture 2004.
 
Sementara, Rumah Baja Wisnu membuatnya diganjar Penghargaan Utama IAI Award 2008. Karya yang kerap dijadikan kajian studi mahasiswa arsitek dan pemuda ini, telah mempopulerkan Ahmad Djuhara dan menjadikannya arsitek yang disegani.
 
Beberapa penghargaan yang pernah diraih Ahmad Djuhara antara lain Aga Khan Award for Architecture Cycle 2016 Hutong Children's Library and Art Centrr di Beijing, Cina.
 
Ada pula Aga Khan Award for Architecture Cycle 2013 Museum of Handcraft Paper di Yunnan, Cina, jug Penghargaan III - Maket Terbaik dari Internasional Architecture Biennale Rotterdam 2005 untuk Maket Batavia 1681, dan lainnya.
 
Ahmad Djuhara menjadi sosok penting di balik Undang Undang Arsitek Nomor 6 Tahun 2017 yang resmi melindungi profesi arsitek sejak 12 Juli 2017.
 
UU ini diketahui salah satunya mengatur peran arsitek Indonesia dan asing dalam proyek-proyek pembangunan di Nusantara. Dia berharap, regulasi itu diterapkan dan dijaga baik supaya peran arsitek Indonesia dan asing terkontrol. 
 
Arsitek Indonesia sendiri dipesankannya menjaga etika pekerjaan sesuai kode etik profesi. Arsitek tak boleh bekerja sembarangan sebab diatur dengan hukum sehingga punya konsekuensi hukum.
 
Dia pun mengharapkan pemerintah maupun masyarakat mendukung dan memahami peran masing-masing, demi menerapkan aturan tersebut.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar