Warga Jabar Dilarang Mudik Dini, 4 Titik Penyekatan di Kota Cirebon Disiapkan

  Rabu, 21 April 2021   Erika Lia
Warga Jawa Barat dilarang mudik dini. Penyekatan oleh petugas berwenang bahkan akan diberlakukan di luar waktu yang telah ditetapkan pemerintah pusat. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Warga Jawa Barat dilarang mudik dini. Penyekatan oleh petugas berwenang bahkan akan diberlakukan di luar waktu yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Fenomena mudik dini belakangan marak dilakukan warga untuk menghindari sanksi akibat melanggar ketentuan larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

"Mudik dini tidak boleh, makanya polisi akan melakukan penyekatan pada hari-hari sebelumnya (sebelum waktu larangan mudik berlaku yakni pada 6-17 Mei 2021)," tegas Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat di Kota Cirebon, Rabu, 21 April 2021.

AYO BACA: Produk Skincare Populer 2021, Kamu Harus Coba 
AYO BACA: Pemprov Jabar Targetkan Revitalisai Alun-alun Kasepuhan Lemahwungkuh

Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP La Ode Habibi Ade Jama menyebutkan, penyekatan di wilayah hukum Polres Cirebon Kota akan diterapkan di 4 titik.

"Pertama, di Tangkil, sekitar Gedung Negara. Petugas akan menyekat kendaraan dari Kabupaten Indramayu yang menuju Jawa (Jawa Tengah), kita putar balikkan ke Indramayu," ungkapnya.

Titik penyekatan lain di Kedawung. Setiap pemudik dari yang akan menuju Kota Cirebon akan diputarbalikkan lagi ke arah jalur arteri Pantura.

Penggung menjadi titik penyekatan ke-3, yang menyaring kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang keluar dari Pintu Tol Ciperna.

"Titik penyekatan ke-4 di Kalijaga, pemudik dari Jawa yang menuju Cirebon dan Jakarta akan kami putarbalikkan," tambahnya.

AYO BACA: Resmikan Alun-alun Kejaksan, Ridwan Kamil: Kota Cirebon Saingan Kota Bandung
AYO BACA: Bakal Digugat Cerai Nathalie Holscher, Sule Bantah Selingkuhi Model 

Untuk membedakan dengan pengendara lokal, petugas akan menyasar kendaraan bernomor polisi (nopol) luar wilayah Cirebon. Selain mengamati nopol kendaraan, petugas pula akan mengecek identitas maupun isi kendaraan.

"Biasanya kan pemudik bawa barang banyak," cetusnya.

Penyekatan akan efektif berlaku pada 6-17 Mei 2021. Puluhan personil gabungan disiagakan di titik-titik penyekatan secara bergantian.

Disinggung kemungkinan pergerakan orang dari daerah di sekitar Kota Cirebon, seperti Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Cirebon Raya/Ciayumajakuning), pihaknya mengaku kesulitan untuk membatasinya.

"Jarak antar daerah kan dekat, susah juga untuk dibatasi karena nopolnya kan mirip (5 daerah di Wilayah Cirebon Raya bernopol E)," ujarnya.

Kondisi itu tak lepas pula dari situasi sosial di Kota Cirebon. Dia mengungkapkan, kebanyakan pekerja di Kota Cirebon berasal dari daerah sekitarnya.

AYO BACA: Update Covid-19 Indonesia Rabu 21 April 2021
AYO BACA: 5 Film Inspiratif di Hari Peringatan Kartini 

Kendati demikian, pihaknya tak menyarankan adanya pergerakan orang untuk mudik. Bila pun perjalanan dilakukan untuk tujuan lain, semisal pekerjaan, pihaknya mengimbau seseorang harus melengkapi diri dengan surat tugas untuk menghindarkan dari sanksi larangan mudik dari petugas di titik penyekatan.

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, larangan mudik tak berlaku bagi pelaku perjalanan antar kota yang memiliki surat izin dari lurah atau kepala desa.

Sanksi bagi warga yang nekat mudik sendiri berupa karantina selama 5x24 jam. Lokasi karantina disediakan kepala desa atau lurah, dengan biaya karantina ditanggung pelanggar hukum.

Pemda dalam hal ini bisa mengeluarkan kebijakan dalam pemberlakuan kriteria dan persyaratan khusus menghadapi Ramadan & Idul Fitri sepanjang tak bertentangan dengan peraturan/pedoman yang telah dikeluarkan kementerian/lembaga terkait & Satgas Covid-19.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar