Gosok Gigi Di Siang Hari Saat Puasa, Bagaimana Hukumnya ?

  Rabu, 21 April 2021   Kontributor Cirebon
Hukum Gosok Gigi Di Siang Hari Saat Puasa

AYOCIREBON.COM— Setiap Ramadhan diskusi dan pertanyaan mengenai hukum gosok gigi di siang hari dengan pasta apakah termasuk hal yang membatalkan puasa? Pertanyaan ini selalu menjadi topik yang sering dibahas dan ditanyakan. Lalu bagimana Hukum Gosok Gigi Di Siang Hari Saat Puasa?

Dikutip dari islam.nu.or.id,  memang, orang yang berpuasa dilarang memasukkan benda apa pun ke dalam tubuh (jauf) melalui lubang tujuh yang dimiliki setiap manusia.

Namun bagaimana apabila masuknya benda tersebut merupakan efek samping dari hal yang diwajibkan atau disunnahkan oleh agama? Efek samping dalam perintah syara’ memang terdapat konskuensi toleransi. Seperti orang yang berwudhu disunahkan berkumur tiga kali.

Bagi orang yang berpuasa, selama berkumurnya hanya sampai batas tiga kali saja pada setiap akan wudhu, itu masih tetap disunahkan oleh syara’

Efek sampingnya, apabila ada air yang tertelan secara tidak sengaja, tidak membatalkan puasa asalkan berkumurnya tidak berlebih-lebihan.

AYO BACA : 11 Perkara yang Membatalkan Puasa

Begitu pula mandi wajib atau sunnah, selama tidak berlebihan dalam menghentakkan, jika tidak sengaja, kemudian ada air yang masuk, puasanya tidak batal.  

Lalu bagaimana orang yang bersiwak atau gosok gigi dengan pasta yang kemudian menyebabkan pasta atau ada air yang masuk melalui mulut?   

Imam Nawawi, dalam al-Majmu’, syarah al-Muhadzdzab menjelaskan mengenai hukum gosok gigi di siang hari saat puasa:

    لو استاك بسواك رطب فانفصل من رطوبته أو خشبه المتشعب شئ وابتلعه افطر بلا خلاف صرح به الفورانى وغيره

Artinya: Jika ada orang yang memakai siwak basah. Kemudian airnya pisah dari siwak yang ia gunakan, atau cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada perbedaan pendapat ulama.

AYO BACA : Tergoda Berhubungan Seks Suami Istri Siang hari sata Puasa, ini Kifaratnya

Demikian dijelaskan oleh al-Faurani dan lainnya. (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 343)  

Dari redaksi di atas dapat kita pahami, apabila air yang bukan barang inti atau bahkan bulu kayu yang merupakan salah satu bagian inti dari siwak itu sendiri membatalkan puasa apalagi pasta gigi yang sama-sama tidak diperintahkan syara’?  

Oleh karena itu, orang yang berpuasa dengan gosok gigi menggunakan pasta, jika tidak ada air atau pasta yang masuk tenggorokan sama sekali, puasanya tidak batal. Namun apabila ada sedikit saja dari air atau pasta yang tertelan walaupun tanpa sengaja, puasanya batal.   

Solusinya, bagi orang yang berpuasa, demi kehati-hatian hendaknya gosok gigi dahulu sebelum waktu imsak tiba.

Jika sudah siang, cukup gosok gigi dengan kayu siwak (arok) atau dengan sikat gigi tanpa menggunakan pasta.   

Jika ingin menutupnya dengan air, sambungkan gosok gigi yang seperti demikian beriringan dengan berkumur sebelum wudhu selama tiga kali. Sehingga masing-masing aman. Demikian solusinya. Wallahu a’lam

Untuk mengingatkan kita lagi berikut 11 Perkara yang membatalkan puasa: 

Dilansir Republika.co.id, Prof Nasaruddin Umar dalam uraiannya di Dialog Jumat Ramadhan memaparkan tentang hal-hal yang bisa membatalkan puasa atau merusak pahala puasa. Berbagai mazhab fikih, lanjut dia, menilai terdapat 11 hal pembatal puasa. Perinciannya sebagai berikut.

  1. Makan,
  2. Minum,
  3. Berhubungan suami-istri (alwatha') saat waktu puasa,
  4. Menyuntikkan nutrisi ke dalam tubuh untuk menghilangkan rasa lapar dan/atau dahaga,
  5. Keluarnya darah haid/menstruasi bagi perempuan,
  6. Melakukan masturbasi yang menyebabkan keluarnya "cairan",
  7. Memasukkan air ke dalam kerongkongan untuk menyegarkan diri dari rasa haus (bukan berkumur-kumur saat wudhu atau bersikat gigi),
  8. Tetap makan, minum, atau berhubungan suami-istri dengan asumsi subjektif bahwa fajar belum terbit, padahal ada yang meyakinkannya kalau fajar sudah terbit; pun dia sendiri mampu membuktikannya dengan berusaha menyaksikan fajar sudah terbit,
  9. Muntah yang disengaja,
  10. Menyengajakan tidur setelah bangun sekali dan belum mandi junub sehingga dia (orang yang junub itu) bangun lagi setelah fajar terbit,
  11. Memasukkan ke dalam mulut sesuatu yang bisa memberikan kepuasan tersendiri, seperti bubukm tepung yang tebal, dan/atau asap rokok.

Jika salah satu dari ke-11 hal itu dilakukan, puasa yang dilakukan seseorang bisa dinyatakan batal. Di antaranya, ada yang mengharuskan penggantian (qadha). Atau, bahkan disertai dengan hukuman tambahan (kafarat), yaitu memilih salah satu di antara sanksi-sanksi. Mereka berupa pembebasan seorang budak, berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan sebanyak 60 orang fakir miskin. Jadi anda dapat menyimpulkan apakah gosok gigi membatalkan puasa atau tidak.

AYO BACA : tata Cara Mandi Junub Saat Puasa

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar