Mucikari Penyedia Pijat Plus-plus di Kabupaten Cirebon Terancam Denda Rp1 Miliar

  Rabu, 21 April 2021   Erika Lia
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi.
KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM- Mucikari prostitusi daring berkedok pijat plus-plus di Kabupaten Cirebon diancam hukuman denda maksimal Rp1 miliar. Mucikari berinisial GMI (20), warga Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, pula menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun.
 
Jerat hukum yang membelit GMI sebagaimana Pasal 21 jo Pasal 45 UU ITE dan atau Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah terciduk aparat Polresta Cirebon.
 
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi mengungkapkan, GMI dicokok setelah diduga mendalangi praktik prostitusi daring bermodus penyedia jasa pijat plus-plus. "Tersangka menggunakan aplikasi pada smartphone dan membuat akun media sosial menggunakan nama dan foto perempuan," jelasnya.
 
Tersangka membuat status pada akun media sosialnya berisi penawaran jasa pijat plus-plus selama 1,5 jam bertarif Rp250.000. Begitu muncul pemesan, GMI akan menjemput rekannya dan mengantarkan ke tempat yang disepakati dengan pemesan.
 
"GMI berperan sebagai mucikari yang menyediakan jasa pijat plus-plus," tegas Syahduddi. Aksi GMI terbongkar setelah polisi beroleh informasi adanya praktik prostitusi daring. Dia pun diamankan pada 5 April 2021.
 
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain ponsel, alat kontrasepsi, seprai, pelumas memijat, uang tunai Rp1 juta, dan lainnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar