Masjid Kuno Bondan, Didirikan Syekh Datul Kahfi dalam Waktu Semalam

  Senin, 19 April 2021   Erika Lia
Masjid Kuno Bondan yang didirikan semasa Syekh Datul Kahfi. (Ayocirebon.com/Erika Lia)
INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Sebuah masjid tua di Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, dikenal didirikan hanya dalam waktu semalam. Keberadaannya diyakini ketika Cirebon dan Indramayu masih berupa antah berantah.
 
Masjid Kuno Bondan tampak seperti rumah panggung. Dengan kayu yang mendominasi, jarak antara permukaan tanah dan lantainya sekitar 50 meter.
 
Terdapat 2 bagian masjid, masing-masing berupa bangunan lama dan bangunan hasil renovasi. Bangunan hasil renovasi hanyalah berupa teras masjid.
 
Sementara, bangunan lama merupakan bagian utama masjid berbahan kayu jati. Penggunaan kayu jati tampak pada atap, dinding bangunan, sampai lantai masjid.
 
Ruangan utama masjid berukuran sekitar 9x9 meter yang dilengkapi jendela berbentuk sederhana pada setiap sisi dinding. Lain halnya dengan bagian depan masjid yang dilengkapi sebuah jendela kecil berbentuk bintang.
 
Atap atau memolo bangunan utama berbentuk limasan yang menjadi ciri khas masjid kuno di Indonesia. Pada bagian tengah atap masjid ditempatkan mustaka masjid.
 
"Bagian utama ini masih asli sejak masjid didirikan oleh Syekh Datul Kahfi pada 1414 Masehi," kata juru pelihara Masjid Bondan, Nudiyalis Sholat (26), Senin, 19 April 2021.
 
Syekh Datul Kahfi atau Syekh Nurjati sedianya kala itu membangun Masjid Kuno Bondan di bantaran Sungai Cimanuk. Dia diyakini memiliki ilmu Sapu Angin yang melatari penamaan jalan tempat masjid itu berdiri.
 
Karenanya, Masjid Kuni Bondan juga dikenal dengan sejumlah nama, salah satunya Masjid Sapu Angin. Nama lain yaitu Masjid Darus Sajidin Bondan Barat.
 
Saat masjid ini dibangun, lanjutnya, kawasan sekitar masih berupa alas atau hutan yang belum bernama. Dengan lata lain, Cirebon maupun Indramayu belum terbentuk.
 
"Cirebon dan Indramayu belum ada, tapi masjid ini sudah berdiri," ujarnya.
 
Kesultanan Cirebon diketahui baru terbentuk sekitar 1482 Masehi, sedangkan Indramayu baru terbentuk pada 1527 Masehi. Syekh Datuk Kahfi sendiri dikenal sebagai guru dari Pangeran Cakrabuana dan Sunan Gunung Jati yang mendirikan Cirebon lewat aksi babad alasnya.
 
Penjelasan keberadaan Masjid Kuno Bondan yang telah berdiri sejak 1414 Masehi, menurutnya, tercetak pada salah satu kayu di bagian atap masjid. Hal itu diketahui saat masjid akan direnovasi.
 
Temuan itu menandai pula wilayah ini sudah menjadi pusat penyebaran agama Islam oleh Syekh Datul Kahfi. Nudiyalis menambahkan, seorang ulama Indramayu pernah meneliti dengan mengambil kayu salah satu bagian masjid.
 
"Sampel kayunya diteliti di laboratorium, hasilnya kayu itu sudah ada dari 1300 Masehi. Malahan katanya tahun 1400-an itu masuk zamannya Syekh Alimudin, muridnya Syekh Bayanillah atau Syekh Datul Kahfi," tuturnya.
 
Dari laman resmi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten, Syekh Datul Kahfi diketahui mengumpulkan para pengikutnya untuk memusyawarahkan pendirian tempat salat berjamaah.
 
Pada 1414 Masehi, hasil musyawarah mufakat mendirikan sebuah masjid yang lokasinya tak jauh dari Sungai Cimanuk dan cangkop/balai yang telah dibangun oleh Ki Geden Bondan yaitu di Desa Bondan Barat. 
 
Konon, pembangunan masjid itu hanya dirampungkan semalam. Esok hari, Syekh Datul Kahfi membuat bedug dari kayu Sidaguri yang bunyinya dapat menjangkau Cirebon kala ditabuh.
 
"Tapi bedugnya enggak tahu ke mana," sambung Nudiyalis.
 
Meski Kuno Bondan telah direnovasi 3 kali, masing-masing pada 1965, 1979, dan 1992. Dia mengungkapkan, perubahan paling mencolok terletak pada bagian depan atau teras masjid.
 
Hal itu disayangkan Nudiyalis sebab bentuk aslinya menjadi hilang. Dulu bagian depan atau teras masjid berbahan kayu, sebelum kini diganti batu dan semen.
 
"Untungnya, bagian utama masjid masih bisa diselamatkan sebelum direnovasi. Makanya, masjid ini jadi ada 2 bagian, ada yang kayu dan bentuknya panggung serta ada yang bangunan tembok beton," paparnya. 
 
Masjid Kuno Bondan saat ini diketahui terdaftar sebagai salah satu cagar budaya nasional oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten. Pendaftaran, tandasnya, dilakukan sebelum bangunan utama masjid dibongkar demi menjaga keaslian bentuknya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar