Kepala Desa Korupsi Rp 400 Juta Demi Hidupi Istri di Garut dan Indramayu

  Minggu, 18 April 2021   Idham Nur Indrajaya
Ilustrasi korupsi. (Pixabay)

GARUT, AYOCIREBON.COM -- Santan Kepala Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut Eri Susanto, nekat melakukan korupsi uang desa sampai sebanyak Rp400 juta.

Uang tersebut ia akui demi menghidupi kedua istrinya yang tinggal di Garut dan Indramayu.

Ia pun didakwa atas perbuatannya tersebut. Namun dirinya mangkir tiga kali dari pengadilan dan saat ini dirinya malah menghilang dari kediamannya.

“Didatangi ke rumah terdakwa di Kecamatan Bayongbong, namun rumahnya dalam keadaan kosong,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Garut Sugeng Hariadi, melansir Ayobandung, Minggu, 18 April 2021.

Terdakwa diketahui telah mengajukan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Negeri Bandung dengan menjadikan istri pertamanya sebagai jaminan. Namun, momentum penangguhan rupanya dijadikan kesempatan oleh Eri untuk kabur dari kediamannya. Oleh karena itu, kini sang istri pun ditandai sebagai terdakwa oleh pihak Kejari.

“Istrinya ini juga pasti kita kejar, karena dia penjamin saat mengajukan penangguhan penahanan,” tutur Sugeng.

Eri dijatuhi hukuman pidana selama enam tahun secara in absentia (upaya mengadili seseorang tanpa perlu kehadiran pihak yang diadili) setelah dirinya beberapa kali tidak menghadiri panggilan sidang. Bahkan, saat ini Eri dan istrinya belum bisa diketahui keberadaannya.

“Untuk Kades Karyajaya (Kecamatan) Bayongbong sudah divonis dengan putusan in absentia dengan putusan enam tahun penjara,” pungkas Sugeng.

Pada tahun 2017, Eri memalsukan laporan pertanggungjawaban (LPJ) untuk memperoleh uang sebesar Rp400 juta lebih dari total dana desa sejumlah Rp1 miliar yang disuntik oleh pemerintah pusat. Berdasarkan keterangan Eri sendiri, uang ratusan juta itu dimanfaatkannya untuk membiayai dua istri yang tinggal di Garut dan Indramayu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar