Kebijakan Larangan Mudik Tekan Keinginan Masyarakat Bermudik

  Rabu, 07 April 2021   Icheiko Ramadhanty
Menhub Budi Karya Sumadi. (Antara)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Sebanyak 33% masyarakat Indonesia masih nekat mudik bila kebijakan larangan tidak diterapkan. Demikian beber Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam survei kementeriannya terkait larangan mudik 2021.

Budi mengidentifikasi bahwa hasil survei tersebut juga menunjukkan mudik paling banyak akan dilakukan oleh masyarakat Jabodetabek ke pulau-pulau Jawa, yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

“Oleh karenanya kita ditugaskan presiden untuk melakukan mitigasi apa yang terjadi di tahun sebelumnya. Kita ketahui bahwa menko PMK sudah mengeluarkan dan menetapkan mudik lebaran dari tanggal 6-17 Mei,” ujar Budi dalam konferensi persnya, Rabu (7/4/2021).

Nantinya, kata dia, Kemenhub akan menindaklanjuti secara lebih detail terkait aturan Menteri Perhubungan terkait Larangan Mudik 2021. Namun sebelumnya, Budi harus menunggu arahan dari Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dan Satgas Covid-19 Nasional.

“Karena satgas yang akan memberikan satu essay dan kami akan menindaklanjuti lewat Peraturan Menteri (PM),” jelas Budi.

Selain itu, dia menjelaskan ada beberapa hal mengapa pemerintah kembali melarang mudik di tahun 2021. Pertama yaitu berdasarkan pengalaman di liburan panjang sebelumnya seperti natal dan tahun baru, di mana kenaikan kasus Covid-19 naik signifikan.

“Kedua bahwa penduduk usia lansia berisiko. Ini harus kita berikan perlindungan. Serta alasan terakhir yaitu kita melihat negara-negara maju sedang mengalami suatu kenaikan kasus yang signifikan,” rinci Budi.

Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan polisi dan Korlantas terkait penyekatan yang dilakukan di jalur darat. Setidaknya, ada lebih dari 300 sekatan yang dijaga oleh polisi jelang lebaran nanti.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar