Orang Tua Harus Tahu! Ini 6 Cara Perkuat Hubungan Anak dengan Alquran

  Jumat, 26 Februari 2021   Republika.co.id
[Ilustrasi] Tidak ada yang membawa kita lebih dekat kepada Allah selain Alquran. (Pixabay)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Tetap terhubung dengan Allah setiap hari adalah kebutuhan penting bagi setiap Muslim. Hubungan ini memberi kita jaminan, menghibur hati kita, dan mencegah kita berbuat dosa. Tidak ada yang membawa kita lebih dekat kepada Allah selain Alquran.

Seringkali kita merasa seolah-olah Allah berbicara kepada kita atau menjawab pertanyaan yang telah kita renungkan setelah kita mulai membaca ayat-ayat dan makna-Nya. Jangan berpikir itu merupakan suatu kebetulan. Membaca Alquran memungkinkan kita untuk lebih dekat dengan Allah dan mengikuti jalan-Nya. Allah berfirman dalam surat Al-Ma’idah ayat 15:

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

Yā ahlal-kitābi qad jā`akum rasụlunā yubayyinu lakum kaṡīram mimmā kuntum tukhfụna minal-kitābi wa ya'fụ 'ang kaṡīr, qad jā`akum minallāhi nụruw wa kitābum mubīn.

“Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.”

Oleh karena itu, betapa pentingnya membina hubungan ini untuk anak-anak kita. Berikut enam kiat yang bisa dilakukan untuk memperkuat hubungan antara anak dengan Alquran, dilansir About Islam.

1. Tunjukkan contoh kepada anak

Anak belajar dengan meniru perilaku yang mereka lihat. Jika Anda membaca Alquran secara teratur di depan anak-anak Anda, kemungkinan besar mereka akan melakukan hal yang sama.

2. Semua dimulai dengan mendengarkan

Penelitian menunjukkan bayi dipengaruhi oleh suara di lingkungannya. Jadi, jika seorang bayi mendengar ayat-ayat Alquran secara teratur, mereka akan terbiasa dengan suara itu dan secara alami akan senang mendengarnya.

3. Persaingan menarik untuk anak-anak

Persaingan merupakan ide yang baik untuk mendorong anak-anak kita berpartisipasi dalam kompetisi dan kegiatan yang berfokus pada membaca Alquran. Murid akan berkembang jika orang tua memujinya. Orang tua juga dapat membuat perjanjian dengan anak-anak mereka dan menjanjikan hadiah jika mereka melakukan yang terbaik.

4. Biarkan mereka memiliki Alquran sendiri

Hal lain yang dapat dilakukan orang tua adalah memberi setiap anak sebuah Alquran. Ini akan memberi mereka rasa privasi dan kepemilikan. Selain itu, juga dapat meningkatkan keinginan anak-anak untuk tetap terhubung dengan buku saat mereka dewasa.

5. Untuk berbagai situasi yang membutuhkan pengasuhan, gunakan ayat Alquran

Kita sering meminta anak membersihkan kamar mereka, merapikan tempat tidur sendiri, atau menyimpan mainan mereka. Kita akan menegur jika mereka bertengkar satu sama lain. Orang tua perlu mengajari mereka nilai-nilai, seperti kejujuran, rasa hormat, kerendahan hati, dan cinta.

Dalam melakukan itu, jangan lupa bahwa Alquran penuh dengan ayat-ayat yang memaafkan semua nilai. Para orang tua dapat mengutip ayat-ayat Alquran yang mendukung moral guna mengajarkan kepada anak.

Misal, ketika Allah bertanya kepada Nabi Isa AS apakah dia mengatakan kepada orang Kristen bahwa dia adalah Tuhan. Lalu Nabi Isa AS mengatakan yang sebenarnya setelah dia mengakui kebesaran Allah. Kemudian Allah memuji Nabi Isa AS dan berkata,

قَالَ اللّٰهُ هٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصّٰدِقِيْنَ صِدْقُهُمْ ۗ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Qālallāhu hāżā yaumu yanfa'uṣ-ṣādiqīna ṣidquhum, lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-h, żālikal-fauzul-'aẓīm.

“Allah berfirman, “Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.”

Ketika anak-anak kita memilih untuk mengatakan yang sebenarnya, kita dapat mengingatkan mereka tentang cerita ini dan mengutip ayat tersebut.

6. Bercerita

Alquran penuh dengan cerita yang menarik bagi indera dan imajinasi anak-anak. Beberapa hewan terlibat dalam cerita Alquran. Karena anak-anak mencintai hewan, kita dapat menggunakan cerita-cerita ini untuk membantu mereka merasa terikat pada Alquran dan belajar darinya.

Ada kisah gajah Abraha, anjing dan pemuda di dalam gua, unta, paus Nabi Yunus AS, gagak Kabeel, semut dan burung hoopoe Nabi Sulaiman AS, dan lain-lain. Anda bisa membacakan mereka kisah-kisah itu dari buku bergambar.

Warisan utama yang ingin kita tinggalkan untuk anak-anak kita saat kita telah pergi adalah menjaga iman dan berjalan di jalan Allah yang lurus selama mereka hidup. Kita tidak bisa mencapai tujuan itu selama kita mengabaikan Alquran. Mulailah membangun ikatan khusus antara Anda, anak-anak Anda dan Alquran sekarang, tidak peduli seberapa muda mereka. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar