52 Paus Terdampar hingga Mati di Madura, Penyebabnya Belum Pasti

  Jumat, 19 Februari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Sekawanan paus yang terdampar di perairan pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura pada Jumat (19/2/2021). (Ayosurabaya.com/dok. warga)

MADURA, AYOCIREBON.COM -- Kawanan paus mencapai puluhan ekor terdampar hingga mati di Madura, tepatnya di pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, membuat geger masyarakat, Kamis (18/2/2021). Perihal ini, belum ada pakar yang bisa memastikannya.

Menurut Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Jawa Timur (Jatim), RM Wiwied Widodo, pihaknya belum bisa menyebut pasti penyebab kawanan paus terdampar di perairan tersebut.

AYO BACA: Tambahan Kasus Covid-19 Indonesia Sundul Lagi 10 Ribu Kasus
AYO BACA: Landa 4 Desa, 1.700 Rumah Warga Kabupaten Cirebon Kebanjiran

Wiwied mengungkapkan, pihaknya harus melakukan penelitian lebih lanjut perihal tersebut. Bahkan, membutuhkan waktu untuk mengungkap penyebab lebih detil.

"Nanti, kita sampaikan semua (penyebabnya), dikasih waktu 3 hari," beber Widodo saat dikonfirmasi, mengutip Ayosurabaya.com, Jumat (19/2/2021).

Widodo mengimbuhkan, ada sejumlah faktor penyebab terdamparnya 52 paus itu. Hal tersebut tergolong kejadian langka lantaran paus yang terdampar sebelumnya hanya beberapa ekor saja.

AYO BACA: Nakes Bisa Kirim Permohonan Alat Kesehatan di Pikobar
AYO BACA: Piala Menpora, Turnamen Pramusim Penyambut Liga 2021? 

Misalnya, sambung Widodo, hal serupa pernah terjadi di kawasan Paiton, Peobolinggo, Jatim. Ketika itu ada seekor paus yang lepas dari koloninya. Namun, tidak demikian dengan rombongannya.

"Kalau dalam satu koloni aneh, berarti ada gangguan terhadap sonarnya. Misalnya, ada 1 ekor paus minggir, lepas dari koloninya," beber Widodo mengkisahkan.

Widodo menuturkan, ikan paus adalah mamalia yang mempunyai sonar (alat navigasi). Bila tak ada gangguan terhadap sonar, jalur yang ditempuh seharusnya sesuai dengan rel navigasi. "Tidak mungkin belok (menepi), terus terdampar," tandasnya.

Ia menduga, ada gangguan pada sonarnya dan ada beragam penyebab. Contohnya;
1. Ada tekanan dari bawah patahan, seperti gempa tektonik,
2. Bisa jadi karena adanya limbah yang dapat mengganggu sonar paus,
3. Koloni paus tersebut menemukan makanan di sekitar daerah tempat terdamparnya lalu terpancing keluar dari navigasi sonarnya.

Oleh karena itu, ia mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab pasti lantaran masih harus melakukan meneliti lebih lanjut.

"Kita ambil sampel semua sonarnya, itu terjadi apa terhadap sonarnya, begitu," akunya

AYO BACA: Turnamen Sepakbola di Tengah Pandemi Dapat Izin dari Kapolri

Widodo menegaskan kembali, jumlah paus yang terdampar adalah 52 ekor. Berdasarkan jumlah itu, 49 ekor di antaranya mati di bibir pantai. Sedangkan, 3 sisanya ditemukan dalam keadaan hidup dan telah digiring ke laut lepas.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar