70% Orang Alami Nyeri Bahu, Bagaimana Mengobatinya?

  Senin, 15 Februari 2021   Republika.co.id
ilustrasi nyeri bahu (Pixabay)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Bahu memiliki rentang gerak yang lebar dan serba guna. Namun, jika ada yang tidak beres pada organ itu, maka menghambat kemampuan untuk bergerak dan dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang luar biasa.

Tidak sedikit orang yang mengalami masalah ini. Karena faktanya, menurut laporan Harvard Medical Shcool, lebih dari 70 persen orang akan mengalami efek nyeri bahu.

Mengutip jurnal di Healthline, Senin (15/2), bahu adalah sendi bola-dan-soket yang memiliki tiga tulang utama, yakni humerus (tulang lengan panjang), klavikula (tulang selangka), dan skapula (juga dikenal sebagai tulang belikat). Tulang-tulang ini dilindungi oleh lapisan tulang rawan.

Ada dua sendi utama, yakni sendi akromioklavikularis berada di antara bagian tertinggi skapula dan klavikula. Kemudian sendi glenohumeral terdiri dari bagian atas tulang humerus yang berbentuk bola dan tepi luar skapula.

Sendi bahu adalah sendi yang paling bergerak di tubuh, menggerakkan bahu ke depan dan ke belakang. Ini juga memungkinkan lengan untuk bergerak dalam gerakan melingkar dan bergerak ke atas dan menjauh dari tubuh.

Pundak mendapatkan rentang geraknya dari rotator cuff, terdiri dari empat tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang). Mungkin menyakitkan atau sulit untuk mengangkat lengan ke atas kepala jika tendon atau tulang di sekitar rotator cuff rusak atau bengkak.

Anda dapat mencederai bahu Anda ketika menjalani persalinan normal, berolahraga, atau bahkan dengan gerakan berulang. Penyakit tertentu dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke bahu. Ini termasuk penyakit pada tulang belakang leher (leher), serta penyakit hati, jantung, atau kandung empedu.

Anda cenderung mengalami masalah dengan bahu seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 60 tahun. Ini karena jaringan lunak yang mengelilingi bahu cenderung berkurang seiring bertambahnya usia.

Dalam banyak kasus, Anda dapat mengobati nyeri bahu di rumah. Namun, terapi fisik, pengobatan, atau pembedahan juga mungkin diperlukan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar