Ini Trik dan Tips Kelola Stres Berkelanjutan selama Pandemi

  Senin, 08 Februari 2021   Republika.co.id
ilustrasi -- stres (Pixabay)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Psikolog menemukan adanya peningkatan laporan gejala stres berkelanjutan di masa pandemi Covid-19. Gejala stres berkelanjutan ini dinilai serupa dengan burnout yang terjadi karena pekerjaan, di mana masalah tidur dan konsentrasi termasuk di dalamnya.

Beberapa psikolog memberikan trik dan tips untuk mengelola stres agar tidak berkelanjutan. Berikut ini adalah trik tersebut, seperti dilansir The Guardian, Senin (8/2).

Beri Diri Sendiri Tujuan Kecil
Di tengah situasi yang tak bisa dikontrol, seseorang akan membutuhkan perasaan bisa mengendalikan agar tetap sehat. Oleh karena itu, coba berikan diri sendiri tujuan-tujuan kecil yang bisa dicapai untuk mendapatkan perasaan bisa mengendalikan tersebut.

Sebagai contoh, saat bekerja di rumah seseorang tetap bisa memilih berpakaian rapi. Cara ini akan memberi perasaan bisa mengendalikan dan perasaan bahwa diri sendiri memang sedang bekerja.

"Dan itu juga memberikan identitas," jelas psikolog Emma Kavanagh.

Baik Kepada Diri Sendiri
Terkadang, seseorang harus melewati situasi yang tak menyenangkan dalam waktu lama seperti pandemi Covid-19 ini. Dalam situasi seperti ini, coba untuk bersikap baik kepada diri sendiri dan mencari harapan. Hindari untuk mencari cara penyelesaian kilat dan solusi mudah terhadap masalah yang dihadapi.

"(Untuk bertahan) sebagian orang akan menanyakan pertanyaan besar mengenai bagaimana cara untuk menjalani hidup dan apa yang penting," ujar psikolog Nina Burrowes.

Manajemen Stres
Setiap orang perlu mengenali tanda-tanda peringatan yang muncul ketika diri mereka mengalami stres. Beberapa di antaranya adalah kesulitan tidur, lebih mudah marah atau moody, terlalu banyak makan, atau penyalahgunaan obat terlarang serta alkohol.

Bila merasa mengalami gejala tersebut, penting untuk mulai melakukan manajemen stres. Misalnya, dengan menjangkau keluarga atau teman dekat dan menjalani pola hidup yang sehat. Pola hidup yang sehat ini meliputi tidur teratur, makan sehat, dan olahraga.

"Anda juga bisa melakuakn beragam bentuk latihan relaksasi seperti meditasi dan yoga," ujar psikolog klinis Steven Taylor.

Bila hal-hal ini tak cukup membantu, cari bantuan dari tenaga profesional. Saat ini juga sudah tersedia layanan konsultasi daring dengan tenaga profesional yang mudah dijangkau.

Fokus pada yang Bisa Dilakukan
Sebagian hal mungkin akan menjadi cukup sulit untuk dilakukan di masa pandemi Covid-19. Namun buka berarti tak ada hal yang bisa dilakukan.

Coba fokuskan kembali perhatian pada hal-hal yang lebih kecil. Bila sedang menjalani karantina misalnya, temukan hal-hal menarik yang bisa dilakukan dalam situasi tersebut.

"Kurangi berkonsentrasi pada hal-hal yang telah hilang dan lebih berkonsentrasi pada hal-ha yang masih ada, berpikir tentang apa yang bisa saya lakukan hari ini daripada hal yang tak bisa saya lakukan," ujar penulis My Life as a Hermit and The Circling Sky, Neil Ansell.

Eksplorasi dan Hidupkan Diri
Mudah bagi seseorang untuk menjadi depresi ketika merasa terisolasi. Dalam kondisi ini, seseorang bisa jatuh pada depresi yang dalam bila terlalu bergumul pada sisi negatif.

Setiap orang pada dasarnya memiliki sisi negatif dan positif. Coba untuk lebih fokus kepada sisi positif diri sendiri. Manfaatkan waktu yang ada untuk mengeksplorasi kelebihan dan kemampuan diri sendiri yang mungkin sebelumnya tidak disadari.

"Situasi saat ini mungkin tampak buang-buang waktu, tetapi sebenarnya tidak bila Anda bisa mengasah kemampuan diri," tukas penulis Terry Waite.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar