Lucky Hakim Batal Ikut, Vaksinasi Perdana di Kabupaten Indramayu Nihil Influencer

  Senin, 01 Februari 2021   Erika Lia
Para penerima vaksin perdana di Kabupaten Indramayu yang hampir seluruhnya merupakan pejabat publik. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Lain Kabupaten Cirebon, lain pula Kabupaten Indramayu. Otoritas penanganan Covid-19 setempat justru kesulitan beroleh influencer untuk 'membujuk' masyarakat agar bersedia disuntik vaksin Covid-19.

Vaksinasi perdana di Kabupaten Indramayu berlangsung sama dengan Kabupaten Cirebon, Senin (1/2/2021). Sedianya, artis nasional yang kini tengah menanti pelantikannya sebagai Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim, didaulat sebagai influencer.

AYO BACA: Jokowi Minta Pemda Lebih Tegas Jalankan PPKM
AYO BACA:  Laporan Ragam Gejala Baru Covid-19 Terus Bertambah

Namun, Lucky batal ambil bagian dalam momen bersejarah ini setelah belakangan diketahui dirinya merupakan penyintas Covid-19. Sebagaimana diketahui, penyintas Covid-19 menjadi kelompok yang tak menerima vaksin.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengaku, sudah berupaya mencari tokoh masyarakat yang tepat untuk beroleh kesempatan pada vaksinasi perdana.

Kalangan ulama tak lepas ditemui pihaknya. Sayang, tak sedikit kandidat yang rupanya tak memenuhi syarat.

"Kami sudah menemui beberapa tokoh, hanya mereka rata-rata berusia 60 tahun ke atas dan punya penyakit penyerta (comorbid)," jelasnya seusai vaksinasi di Pendopo Bupati Indramayu.

AYO BACA: Ketua DPRD Kabupaten Cirebon: Divaksin Covid-19 Enak
AYO BACA:  Masyarakat Ikut Vaksinasi Perdana Covid-19, Imron Yakini Aman

Selain bukan penyintas, syarat lain penerima vaksin haruslah berusia maksimal 59 tahun dan tak memiliki penyakit bawaan.

Nama Lucky Hakim pun sempat tercetuskan, bahkan telah digadang-gadang pihaknya. Tapi kemudian, diketahui Lucky pernah terpapar Covid-19.

"Kami sudah meminta Pak Lucky, tapi ternyata beliau penyintas," cetusnya.

Vaksinasi perdana tingkat Kabupaten Indramayu sendiri diikuti 10 orang. Pasca gagal beroleh influencer sebagai perwakilan masyarakat, vaksinasi lantas hanya melibatkan 10 pejabat publik setempat.

Ke-10 pejabat yang diplot untuk vaksinasi perdana itu masing-masing Plt. Bupati Indramayu Taufik Hidayat, Bupati Indramayu terpilih Nina Agustina Dai Bachtiar, ketua DPRD Kabupaten Indramayu, kapolres Indramayu, kasdim 0616/Indramayu, kepala Kejaksaan Negeri, sekretaris daerah Kabupaten Indramayu, asisten daerah Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Indramayu, kepala dinas kesehatan, dan seorang kepala seksi Kementerian Agama Kabupaten Indramayu.

AYO BACA: BPS: Cuaca Buruk Pengaruhi Indeks Harga Konsumen
AYO BACA: Vaksin Ini Diklaim Efektif Lawan Covid-19 Hanya dalam 1 Kali Suntik, Benarkah?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar