Tertular Covid-19, 20 Warga Binaan dan Pegawai Lapas Gintung Cirebon Dikarantina

  Senin, 25 Januari 2021   Erika Lia
Warga binaan dan pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon menjalani tes usap massal pekan lalu. Hasilnya, 20 orang terkonfirmasi Covid-19. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIWARINGIN, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya 20 orang di Lapas Narkotika Kelas II A Cirebon, Desa Gintung Tengah, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, terkonfirmasi Covid-19.

Mereka dipastikan terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit menular Covid-19 setelah melalui tes usap massal pada 21 Januari 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menyebut, selain warga binaan, terdapat pula pegawai kantin lapas yang terkonfirmasi positif covid-19.

"Ada 18 warga binaan yang terkonfirmasi positif dan 2 pegawai kantin lapas," katanya.

Menindaklanjuti itu, pihaknya telah menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh ruangan di lapas, termasuk pula kantin.

Hanya saja, dengan alasan pemenuhan makanan dan minuman bagi ratusan warga binaan penutupan kantin belum dapat dilakukan.

Pasca terkonfirmasi positif covid-19, seluruh warga binaan telah menjalani karantina di Blok D 44 lapas. Lain halnya dengan pegawai kantin yang menjalani karantina mandiri di kediaman sesuai domisili, yaitu di Arjawinangun.

"Warga binaan diisolasi di Blok D 44, untuk pegawai kantin diisolasi di rumah sesuai domisili, di Arjawinangun," tuturnya.

Sebelumnya, 3 pegawai lapas tersebut diketahui tertular Covid-19. Otoritas lapas pun berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon untuk melakukan langkah antisipasi melalui tes usap massal bagi seluruh penghuni lapas, 21 Januari lalu.

Ketika itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Nur Bambang Suprihandono mengemukakan, tak ada ruang karantina khusus terkait wabah Corona di dalam lapas.

"Untuk ruang isolasi khusus terkait wabah Corona ini kami memang belum punya," ujarnya.

Namun begitu, lapas tersebut memiliki 12 ruang isolasi berkonsep one man one Cell (1 sel untuk 1 orang) yang ada sejak lapas didirikan. Meski sedianya tak dikhususkan untuk situasi seperti pandemi seperti sekarang, ruangan itu akhirnya dimanfaatkan sebagai ruang karantina bagi warga binaan baru dari Rutan Cirebon.

Pasca pandemi, pihaknya memiliki kebijakan untuk mengurangi perpindahan warga binaan. Hanya warga binaan dari Wilayah Cirebon saja yang dapat diterima pihaknya.

"Kami tak bisa menahan bila ada tambahan warga binaan dari Rutan Cirebon," katanya.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon sendiri terus bertambah. Sampai 25 Januari 2021 tercatat 4.972 kasus Covid-19, di mana 283 orang di antaranya meninggal dunia, 541 orang masih diisolasi, dan 4.148 orang pulih.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar