Hukum Kebiri di Cirebon Dapat Dukungan Penuh KPAI Jabar

  Kamis, 21 Januari 2021   Republika.co.id
Kebiri kimia untuk pelaku kekerasan seksual. (Ewa Urban/Pixabay)

CIREBON, AYOCIREBON.COM -- Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat mendukung langkah Polresta Cirebon menerapkan hukuman kebiri kimia bagi tersangka predator seksual terhadap anak. Hal ini akan dibebankan pada marbot bejat, NF (51) yang mencabuli 13 anak di bawah umur di dalam masjid.

"Kami mendukung Polresta Cirebon untuk menerapkan PP 70/2020 tentang kebiri kimia kepada predator seksual terhadap anak," kata Pembina Komnas Perlindungan Anak Indonesia Jawa Barat Bimasena di Cirebon, Rabu (21/1/2021).

Dia juga mengapresiasi langkah Polresta Cirebon yang bergerak cepat menangkap predator seksual terhadap anak berinisial NF (51) setelah mendapat laporan dari para korban.

Menurutnya, hukuman kebiri kimia sangat pantas bagi tersangka. Pasalnya pelaku telah merusak dan membuat para korbannya menjadi trauma. 

"Dan hukuman kebiri kimia ini sangat pantas, agar bisa menjadi efek jera kepada para predator anak," katanya.

Bimasena mengatakan untuk para korban akan diberikan pendampingan dan trauma healing, agar mereka bisa kembali beraktivitas seperti bisa. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan lembaga lainnya untuk menangani kasus tersebut.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak lain untuk mendampingi para korban," ujarnya.

Diketahui Polresta Cirebon menangkap tersangka marbot masjid berinisial NF (51) yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, dengan korbannya terdapat 13 orang.

Kasus tersebut terbongkar setelah korban melaporkan kejadian kekerasan seksual dengan membawa barang bukti berupa kartu memori yang merekam aksi cabul tersangka.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar