Sidang Lanjutan Dugaan Rekayasa Buku Nikah KPAID Cirebon, Istri Sah Angkat Suara

  Kamis, 21 Januari 2021   Fichri Hakiim
Sidang lanjutan kasus dugaan rekayasa buku nikah milik Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Sidang lanjutan dugaan rekayasa buku nikah milik Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon, Fifi Sofiah, kembali digelar Kamis (21/1/2021). Namun, pada sidang kali ini digelar di Hotel Bentani, Cirebon. 

Dalam jalannya sidang, IL yang juga istri sah IE akan terus berusaha memperjuangkan keutuhan rumah tangga dan menyelamatkan anak-anaknya. Walaupun, hakim Pengadilan Agama Sumber menerima gugatan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah.

IL juga menyayangkan keputusan hakim Pengadilan Agama Sumber yang mengabaikan seluruh bukti dan saksi, bahwa pernikahan tersebut tidak sah. 

"Saya menyayangkan sikap hakim yang merupakan kepanjangan tangan Tuhan, dengan mengabaikan bukti dan saksi dari kami. Saya di sini sebagai seorang istri sah sedang memperjuangkan nasib rumah tangga kami yang diganggu oleh Fifi dan menyelamatkan anak-anak kami. Terlebih suami saya dikatakan pindah agama dari Islam ke Budha ke Katolik. Saya mencari keadilan tapi tidak didapat di PA Sumber dan saya akan terus memperjuangkan sampai mana pun, termasuk banding Pengadilan Tinggi Agama dan MA," ujarnya melalui keterangan tertulis dikutip dari Ayobandung.com.

Sebagai seorang istri, lanjut IL, ia hanya mencari keadilan untuk menyelamatkan anak-anaknya serta keutuhan rumah tangganya. Ia juga merasa dizalimi oleh Ketua KPAID Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah yang secara diam-diam merebut suaminya dan mengklaim melakukan pernikahan resmi secara negara.

Di sisi lain, IL memiliki keyakinan bahwa kebenaran akan terungkap. Sebagai seorang istri sah yang menikah dengan IE sejak tahun 2000, ia sudah memiliki dua orang anak dari hasil perkawinannya. 

"Saya merasa dizalimi oleh Fifi, dia sudah mengacak-ngacak rumah tangga yang saya bangun sejak tahun 2000. Tiba-tiba saja Fifi datang mengklaim sebagai istri sah yang menikah tahun 2003," tutur IL. 

Tak hanya itu, IL yang juga sebagai istri sah IE mempertanyakan sikap Fifi yang menuduh dirinya sebagai Wanita Idaman Lain (WIL). Padahal IL menikah dengan IE sejak tahun 2000, sementara Fifi mengklaim menikah pada tahun 2003. 

Menurutnya, sebagai seseorang yang memimpin lembaga perlindungan anak, seharusnya Fifi mempunyai hati nurani, karena ada dua orang anak IE yang terguncang karena sikapnya tersebut. 

"Saya dituduh WIL, gimana bisa? Saya duluan menikah dengan IE tahun 2000, dan kemudian Fifi menikah siri tahun 2003, siapa di sini yang sebagai WIL? Jangan gelap dengan harta, di mana hati nuraninya sebagai seseorang yang memimpin lembaga perlindungan anak, saya ada dua orang anak yang terguncang atas kejadian ini," kata IL. 

IL akan terus berjuang mengembalikan keutuhan rumah tangganya bersama IE. Tak hanya itu, IL akan menempuh jalur hukum lainnya dengan banding ke Pengadilan Tinggi Agama.

"Tidak sampai di sini, saya akan banding dan akan terus memperjuangkan walaupun sampai di mana pun. Ada langkah hukum lainnya yang akan saya tempuh, untuk keutuhan rumah tangga saya," ucapnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar