Disyaratkan Rapid Test Antigen, Calon Penumpang KA Dapat Batalkan dan Ubah Jadwal

  Jumat, 25 Desember 2020   Erika Lia
Penumpang KAI di Stasiun Cirebon. (Ayocirebon.com/istimewa)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Penumpang kereta api (KA) kini diberi tenggang waktu 3 bulan untuk membatalkan dan mengubah jadwalnya.

Kebijakan itu diberlakukan setelah adanya aturan syarat naik KA Jarak Jauh harus menunjukkan hasil rapid test antigen. Pembatalan dan perubahan jadwal KA dipastikan tak dikenakan bea tambahan.

"Dengan adanya kemudahan ini, pelanggan tak perlu khawatir tiketnya akan hangus dalam waktu dekat, karena jadwal masih bisa diubah atau dibatalkan sampai 3 bulan setelah tanggal keberangkatan," tutur Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, Jumat (25/12/2020).

AYO BACA : Pemerintah Belum Lihat Bukti Mutasi Corona Masuk Indonesia

Bila dalam jangka waktu paling lambat 3 bulan dari tanggal yang tertera pada tiket calon penumpang tak memilih alternatif yang diberikan, lanjutnya, tiket tersebut dinyatakan tak berlaku dan tak dapat ditukarkan kembali, baik tunai maupun tiket yang baru.

Meski begitu, sejauh ini pihaknya belum melihat adanya pembatalan dan perubahan jadwal tiket pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021.

Pada masa angkutan Nataru 2020/2021 yang berlangsung pada 18 Desember 2020 sampai 6 Januari 2021, data reservasi yang tercatat volume keberangkatan penumpang di Daop 3 sebanyak 15.330 penumpang. Sementara, penumpang yang turun berjumlah 15.111 orang.

AYO BACA : Belasan Penumpang KA di Cirebon Gagal Berangkat

"Itu di seluruh stasiun sampai sejauh ini," ujarnya.

Dia pun kembali mengingatkan calon penumpang KA untuk memperhatikan sejumlah aturan yang wajib dipatuhi, sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 23 Tahun 2020 dan Nomor 3 Gugus Tugas Covid 19, salah satunya menunjukkan surat keterangan rapid test antigen dengan hasil negatif paling lambat 3 x 24 jam atau H-3 sebelum keberangkatan atau PCR Swab Test. Calon penumpang berusia di bawah 12 tak diwajibkan dalam hal ini.

Calon penumpang pula wajib dalam kondisi sehat, tanpa menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam, dengan syarat suhu badan tak lebih dari 37,3°C.

Selain itu, setiap calon penumpang wajib mengenakan masker kain 3 lapis atau masker medis menutupi hidung dan mulut, serta menggunakan face shield dari stasiun keberangkatan, dalam perjalanan, sampai stasiun tujuan.

"Terakhir, calon penumpang sebaiknya memakai pakaian pelindung, seperti jaket atau lengan panjang," tambahnya.

AYO BACA : Ada Mutasi Virus Corona, Indonesia Perketat Perjalanan Luar Negeri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar