Tembak Warga dengan Airsoft Gun, 2 Berandalan Bermotor Dibekuk

  Kamis, 03 Desember 2020   Erika Lia
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka anggota berandalan bermotor yang diduga menganiaya warga. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Sedikitnya dua orang yang terkait berandalan bermotor diamankan petugas Polresta Cirebon setelah diduga menganiaya orang lain.

Selain senjata tajam (sajam), tersangka pula mengancam korban dengan airsoft gun. Mereka masing-masing berinisial YN dan SK.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi mengungkapkan, keduanya merupakan tersangka penganiayaan tiga warga di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada 8 Oktober lalu.

"Mereka diduga merupakan anggota berandalan bermotor," cetusnya.

Dia membeberkan, peristiwa berawal kala berandalan bermotor konvoi dari arah Palimanan menuju Ciwaringin seraya mengacungkan sajam.

Tak hanya mengacungkan sajam, mereka pun melempari batu ke arah korban yang kebetulan berada di seberang jalan.

"Tersangka lalu menembak korban lainnya dengan airsoft gun," ujarnya.

Para korban lantas melaporkan kejadian tersebut. Polisi pun berhasil melacak dan membekuk dua tersangka.

Selain mereka, petugas juga mengamankan dua tersangka pada kasus penganiayaan lain di Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, pada 21 Oktober lalu.

"Inisialnya AH dan RW, yang kami amankan setelah menuduh korban telah mencuri handphone," katanya.

Tuduhan itu berujung pada aksi kekerasan ketika para tersangka memukuli korban agar mengaku. Padahal, korban sudah menyanggah tuduhan itu.

Dari keempat tersangka penganiaya, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain sepeda motor, peluru airsoft gun, handphone, bendera berandalan bermotor Moonraker, dan lainnya.

"Para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dan diancam hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar