Tak Hanya Wali Kota, Sejumlah Pejabat Kota Cirebon Terkonfirmasi Covid-19

  Selasa, 01 Desember 2020   Erika Lia
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Selain Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, sejumlah pejabat dan anggota DPRD Kota Cirebon terkonfirmasi Covid-19.

Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati menyebut kondisi itu memprihatinkan. Sampai kini, setidaknya 1.102 warga Kota Cirebon telah terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit menular Covid-19.

"Prihatin ya, selain wali kota, ada pejabat kota juga yang kena (Covid-19)," katanya, Selasa (1/12/2020).

Sementara, meski telah dirujuk ke RS Advent di Bandung akibat sempat mengalami pemburukan kesehatan, Eti meyakinkan kondisi wali kota baik. Sebelum dirujuk ke rumah sakit, Azis sempat menjalani karantina mandiri di rumah jabatan wali kota.

"Recovery (wali kota) cukup baik, mohon doa," ujarnya.

Sementara, 4 pejabat Kota Cirebon lain yang terpapar, masing-masing Inspektur Daerah Kota Cirebon Asep Dedi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kadini, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Santi Rahayu, dan Sekretaris Satpol PP Buntoro Tirto. Bersama mereka, seorang anggota DPRD Kota Cirebon, Cicih Sukaesih, pun diketahui menderita Covid-19.

Di antara mereka, Asep dan Buntoro diketahui menjalani karantina di RS Sumber Kasih, Kota Cirebon. Sementara, Kadini menjalani karantina di RSD Gunung Jati dan Santi menjalani karantina di Hotel Ono's Cirebon.

"Kondisi Pak Inspektur sudah membaik," cetus Eti.

Dia meyakinkan, upaya penelusuran (tracing) atas kontak-kontak erat para pasien telah dilakukan. Hasilnya ditindaklanjuti dengan tes usap.

Dia lebih jauh mengingatkan masyarakat tak kendor menerapkan protokol kesehatan (prokes). Meski aktivitas ekonomi harus terus berjalan, masyarakat diminta tak abai terhadap kesehatan masing-masing.

"Sisi ekonomi harus berjalan, tapi kesehatan juga harus tetap dijaga. Produktivitas ekonomi harus terus digenjot, tapi protokol harus disiplin, ngegas dan ngerem bergantian," tegasnya.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi menuturkan, salah satu potensi penularan di lingkungan ASN berasal dari perjalanan dinas. Karena itu, pihaknya mengimbau jajarannya untuk membatasi perjalanan dinas.

"Batasi perjalanan dinas dan terus terapkan protokol kesehatan dengan baik," pintanya.

Sementara, pihaknya melalui Dinas Kesehatan telah meminta rumah sakit swasta di Kota Cirebon untuk menambah kapasitas ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

Dia menyebutkan, di RSD Gunung Jati ada tambahan 76 tempat tidur sehingga total 155 tempat tidur disediakan bagi pasien Covid-19. RS Ciremai pula sudah menambah tempat tidur, termasuk ruang maternal peringatan bagi ibu melahirkan.

"Tes usap terus dilakukan, bersamaan dengan tracing," pungkasnya.

Dari 1.102 pasien positif di Kota Cirebon, 53 pasien meninggal dunia. Sementara, 645 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun karantina mandiri dan 404 pasien pulih.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar