Petugas Sorlip Surat Suara Pilkada Indramayu Wajib Patuhi Prokes Covid-19

  Sabtu, 21 November 2020   Erika Lia
Petugas sorlip surat suara Pilkada Serentak 2020 Kabupaten Indramayu wajib mematuhi prokes pencegahan Covid-19 selama bertugas.(Ayo cirebon/Erika)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM -- Para petugas penyortiran dan pelipatan (sorlip) surat suara Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Indramayu wajib menenerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Seluruh kebutuhan untuk kelancaran pilkada pada masa pandemi pun diklaim KPU telah siap.

Selain mengenakan masker, mereka pun harus duduk berjauhan selama prosesnya. Sorlip sendiri ditarget rampung 3 hari sejak prosesnya dimulai pada Kamis (19/11/2020).

"Proses sorlip ditarget selesai Sabtu (21/11/2020). Semua petugas wajib mematuhi protokol kesehatan," kata Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fatoni.

Proses sorlip dilakukan di 2 tempat, masing-masing gudang KPU dan gudang lain di kawasan Sindang, Kabupaten Indramayu. Pihaknya merekrut sekitar 100 orang untuk melakukan sorlip sejumlah 1.335.358 surat suara.

Para petugas sendiri direkrut dari masyarakat sekitar yang diberi upah Rp125.000/lembar surat suara. Masing-masing petugas diberi jatah sorlip maksimal 4.000 lembar/hari.

"Kalau selembar surat suara butuh waktu 5 detik untuk sorlip, total waktu yang dibutuhkan bisa 3,5 jam. Jika lebih dari 5 detik, butuh waktu bisa 4-5 jam/hari," tuturnya.

Pihaknya membagi para petugas di 2 lokasi, yang meliputi sekitar 38 petugas di gudang KPU dan sisanya di gudang Sindang. Selain wajib mematuhi prokes, dalam proses sorlip, petugas dituntut jeli untuk mengamati setiap surat suara.

Surat suara yang rusak, semisal sobek, ada bercak tinta, gambar tak jelas, hingga lipatan tak rapi, harus dipisahkan dari keseluruhan barang.

Dia meyakinkan, sejumlah kebutuhan yang menjadi indikator kelancaran pilkada, seperti kelengkapan pemungutan suara serta logistik, telah siap didistribusikan kepada penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan hingga desa.

Pun dengan kebutuhan prokes bagi penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan dan desa dipastikannya sudah siap. Pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk melaksanakan tes rapid bagi PPK, PPS, dan KPPS sejumlah 31.804 orang.

"Penerapan protokol kesehatan pada pemungutan suara sudah siap karena kelengkapan alat pelindung diri (APD) juga tersedia, termasuk untuk para pemilih, sudah disiapkan pada hari pelaksanaan," jelasnya.

Sementara itu, Kordiv Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Indramayu, Supriadi mengungkapkan, sejauh ini telah memproses 35 penanganan pelanggaran. Dari jumlah itu, 18 pelanggaran merupakan temuan jajaran pengawas dan 17 berdasarkan laporan masyarakat.

"Ke-35 penanganan laporan pelanggaran ini macam-macam alasan, seperti adanya pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik, dan pelanggaran terhadap undang undang," terangnya.

Salah satu di antara pelanggaran itu bahkan termasuk pidana yang perkaranya telah sampai sidang di pengadilan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar