Peti Jenazah Penderita Covid-19 Dibuka, Diduga Ada Provokator

  Senin, 05 Oktober 2020   Erika Lia
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Insiden pembukaan peti jenazah penderita Covid-19 di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, diduga tak lepas dari ulah provokator.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni meyakinkan, pihak keluarga telah diberitahu pasien terkonfirmasi positif sebelum meninggal dunia.

"Pihak Puskesmas Gunungjati pun sudah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa jenazah positif dan penguburannya harus dilakukan dengan cara Covid-19. Jadi keluarga sudah tahu dan paham," terangnya, Senin (5/10/2020).

Bahkan, pihak puskesmas sudah menyiapkan APD untuk partisipasi masyarakat yang hendak menguburkan jenazah.

Namun, imbuhnya, kala jenazah tiba dan pengemudi ambulance menurunkan peti, disinyalir ada provokator yang memanasi situasi.

"Diduga ada provokator yang menyebut jenazah itu bukan penderita Covid-19 dan hanya sakit jantung. Memang, penyakit penyertanya jantung, tapi setelah swab (tes usap) hasilnya positif," tuturnya.

AYO BACA : Pemakaman Pasien Covid-19 di Cirebon Pakai Kaos dan Popok

Menurutnya, provokator itulah yang akhirnya membuka paksa peti jenazah. Dia kembali mengingatkan, keluarga sudah mengetahui kondisi pasien dan sebagian masyarakat pun siap menguburkan.

Kabar pasien terkonfirmasi positif itu bahkan sudah diberitahukan kepada Puskesmas Gunungjati maupun kuwu/kepala desa setempat.

Dia mengatakan, pihak keluarga keberatan jenazah dikuburkan malam hari, sehingga diputuskan dikuburkan keesokan pagi atau Minggu (4/10/2020).

Pihaknya pun menyayangkan pembukaan paksa peti jenazah. Namun begitu, pihaknya belum dapat memastikan tes usap bagi pihak keluarga dan masyarakat yang ada di lokasi.

Dia mengungkapkan, pasca kejadian, pegawai Puskesmas Gunungjati menerima ancaman dari orang-orang tak bertanggungjawab. Hanya, pihaknya menyarankan orang-orang di pemakaman melakukan karantina mandiri.

"Kami menyarankan isolasi mandiri bagi mereka yang hadir di pemakaman, apalagi yang membuka peti jenazah. Tapi, karena ada ancaman, nanti kita konsolidasikan lagi dengan tim," bebernya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar