85% ASN di Kabupaten Cirebon Diklaim Laksanakan Zakat Profesi

  Rabu, 30 September 2020   Erika Lia
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi memberikan bantuan bagi warga yang bersumber dari perolehan zakat.

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengklaim, setidaknya 85% aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Cirebon telah memberikan zakat profesinya.

Selama ini, ASN di Kabupaten Cirebon diarahkan untuk memberikan zakat profesinya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat. Zakat yang terkumpul dimanfaatkan untuk membantu mengurangi problem sosial di Kabupaten Cirebon.

"Dari semua ASN di Kabupaten Cirebon, sudah sekitar 85% yang menyalurkan zakat profesinya ke Baznas," ungkapnya.

Zakat yang terkumpul sendiri rutin disalurkan 3 bulan sekali kepada masyarakat, yang dikerjasamakan dengan Baznas.

Menurutnya, keterlibatan Baznas dalam hal ini untuk mempermudah keseluruhan proses pemberian bantuan. Bila memanfaatkan anggaran pemerintah, prosesnya memerlukan waktu lama.

"Kami menggandeng Baznas untuk membantu masalah sosial dan keagamaan di Kabupaten Cirebon," cetusnya.

Pada triwulan III ini, Pemkab Cirebon bersama Baznas telah menyalurkan bantuan sejumlah sekitar Rp2,74 miliar. Bantuan itu diberikan dalam bentuk beasiswa santri, untuk renovasi rutilahu, bantuan pengobatan, renovasi musala, bantuan lembaga, hingga bantuan bagi difabel.

Imron menuturkan, bantuan yang dialokasikan dari dana yang terhimpun oleh Baznas, memang untuk mempermudah proses penyerahan bantuan. Karena menurut Imron, jika bantuan tersebut menggunakan anggaran pemerintah, prosesnya akan lebih lama.

"Sehingga, kami menggandeng BAZ, untuk bisa membantu masalah sosial dan keagamaan di Kabupaten Cirebon," ujar Imron.

Kepala Baznas Kabupaten Cirebon, Budiman Mahfudz menyebut, bantuan pada triwulan ke-3 berjumlah lebih besar ketimbang bantuan pada triwulan I dan II.

"Total bantuan triwulan III ini paling besar. Kami juga akan berikan bantuan pada triwulan IV pada Desember nanti," tuturnya.

Sepanjang 2020, jumlah bantuan yang disalurkan pihaknya mencapai sekitar Rp7 miliar.

Dia menerangkan, masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat mengajukan permohonan kepada Baznas. Prosesnya dijanjikan tak sulit, salah satunya berbekal rekomendasi dari kepala desa/kuwu, sebelum kemudian survey oleh pihaknya.

"Kalau memang layak, nanti bantuan kami salurkan," jaminnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar