21.646 Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi di Kabupaten Cirebon

  Senin, 28 September 2020   Erika Lia
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi saat operasi yustisi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di wilayah hukum Polresta Cirebon. (Ist)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Sebanyak 21.646 pelanggar terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan yang digelar petugas gabungan di Kabupaten Cirebon sepanjang 2 pekan.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi menyebut, jumlah pelanggar itu merupakan warga yang terazia pada operasi 14-27 September 2020. Mulai sanksi teguran, sanksi sosial, hingga sanksi administrasi berupa denda maksimal Rp100.000 dijatuhkan kepada para pelanggar.

"Para pelanggar terjaring operasi yustisi, baik tingkat Polresta Cirebon maupun polsek jajaran. Setiap hari, 27 polsek di wilayah hukum Polresta Cirebon juga menggelar operasi yustisi bersama TNI dan Satpol PP," ungkapnya melalui Kepala Sub Bagian Humas Polresta Cirebon, Iptu Suwito, Senin (28/9/2020).

Dari jumlah itu, pelanggar yang dijatuhi sanksi teguran lisan sebanyak 20.590 orang. Ada pula 106 pelanggar yang dijatuhi sanksi teguran tertulis karena kedapatan tak mematuhi protokol kesehatan.

Petugas pula memberi sanksi sosial bagi 644 pelanggar dengan cara meminta mereka membaca sila-sila Pancasila. Selain itu, 231 orang lainnya dijatuhi sanksi fisik, seperti push up hingga menyapu jalan.

"Untuk sanksi administrasi berupa denda maksimal Rp100.000, tercatat 75 pelanggar," tuturnya.

Total denda yang terkumpul dalam operasi yustisi selama 2 pekan itu sendiri Rp1.940.000. Suwito memastikan, uang tersebut disetorkan ke kas daerah.

Tak hanya dijatuhi sanksi, para pelanggar pun diperingatkan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain mengenakan masker, mereka diharap menjaga diri dan orang lain dengan rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Bentuk pelanggaran sendiri, imbuhnya, rerata berupa pengabaian terhadap masker. Sekalipun begitu, tak sedikit warga yang sebenarnya membekali diri dengan masker.

"Tapi mereka tidak memakainya atau memakainya dengan tidak benar, seperti sekedar digantung di dagu atau disimpan dalam saku celana dan tas," bebernya.

Karenanya, pelanggar yang dijatuhi sanksi denda maksimal adalah warga yang benar-benar tak membawa masker. Warga yang membawa masker tapi tak mengenakannya, hanya dijatuhi sanksi sosial oleh petugas.

Pada pekan ke-2, lanjutnya, petugas tak mendapati pelanggar yang harus dijatuhi sanksi denda. Sekalipun begitu, diakuinya masih banyak warga yang membekali diri dengan masker, namun tak mengenakannya.

Pihaknya berharap, kesadaran masyarakat meningkat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Masyarakat diimbau selalu mematuhi protokol kesehatan kapan pun dan di manapun.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar