Tes PCR di Jabar Meningkat, Kapasitas Lab Covid-19 Mentok

  Senin, 28 September 2020   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi tes Covid-19. (Ayobandung.com)

BANDUNG, AYOCIREBON.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut kapasitas laboratorium di Jawa Barat untuk mengetes sampel hasil swab Covid-19 sudah 'mentok'. Sehingga, pihaknya berencana menggandeng pihak swasta untuk menambah kapasitas.

Hal tersebut dilakukan menyusul semakin meningkatnya jumlah pengetesan PCR yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Meskipun, jumlah pengetesan di pekan ini diakui mengalami penurunan.

"Tes PCR di Jabar secara akumulatif sudah mencapai 383 ribu. Kalau mingguan kita mengalami penurunan, tadinya bisa 50 ribu PCR per-minggu sekarang menurun," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Senin (28/9/2020).

Penurunan tersebut terjadi karena persediaan reagen yang menipis. Untuk minggu ini, Jabar hanya memiliki sisa 5 ribu reagan dan telah meminta 250 bantuan pengetesan PCR ke pemerintah pusat.

"Dimana 50 ribu PCR nya kita kelola, sementara 200 ribunya pakai metode baru. Kita ajak pihak swasta karena kapasitas lab sudah mentok. Jadi testing harus melibatkan swasta," ungkapnya.

Konsekuensinya, akan ada harga lebih tinggi yang dibayarkan untuk satu kali pengetesan sampel PCR. Namun, ia mengatakan hal tersebut akan diatur oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang akan melakukan standarisasi tarif.

"Harga satuannya enggak boleh mahal-mahal. Harus ada standarisasi BPKP," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi 7 daerah di Jabar yang telah melakukan pengetesan terhadap lebih dari 1% penduduknya. Jumlah tersebut telah sesuai dan bahkan melampaui jumlah pengetesan minimal yang direkomendasikan WHO untuk satu wilayah.

"Paling tinggi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kota Banjar, Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Cirebon," ungkapnya.

"Kita lakukan upaya agar 20 kabupaten/kota lainnya yang belum 1% bisa meningkatkan kapasitas tes," lanjutnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar