Puluhan Santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Terpapar Covid-19

  Jumat, 25 September 2020   Erika Lia
ilustrasi santri. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Puluhan santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Desa Manis Kidul, kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, terkonfirmasi Covid-19.

Juru bicara (jubir) Crisis Center Percepatan Penanganan Covid-19 setempat, Agus Mauludin menyebut, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memapar 46 santri Ponpes Husnul Khotimah.

"Kami sudah melakukan tracking untuk menemukan sumber penularan. Sejauh ini, disinfektan sudah dilakukan di area ponpes," jelasnya, Jumat (25/9/2020).

Ketua Yayasan Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan, KH. Mu'tamad meyakinkan, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 telah diupayakan optimal di lingkungan ponpes.

"Kami sudah berupaya maksimal menerapkan protokol kesehatan," cetusnya.

Pihaknya pula telah mensyaratkan tes rapid bagi santri yang datang pada gelombang pertama, 1-2 Agustus 2020. Hasilnya, dari 702 santri yang datang, 2 santri di antaranya reaktif dan 700 santri lainnya non reaktif.

Santri yang dinyatakan reaktif selanjutnya dipulangkan dan harus menjalani tes usap di rumah maaing-masing. Selain santri, tes usap diberlakukan pula bagi 150 pegawai ponpes.

"Hasilnya, seluruh pegawai negatif," ungkapnya.

Pada kedatangan santri gelombang ke-2, yakni 29-30 Agustus 2020, sebanyak 1.350 santri yang datang mengikuti tes usap. Hasilnya, 7 positif dan langsung menjalani karantina mandiri di ponpes.

Setelah 14 hari menjalani karantina mandiri, tes usap kembali dilakukan dan hasilnya negatif.

Langkah serupa dilakukan pula bagi 1.200 santri yang datang pada gelombang ketiga, yakni 12-13 September 2020. Dalam kesempatan itu, 3 santri positif dan langsung menjalani proses perawatan serupa dengan santri-santri sebelumnya.

"Setelah 14 hari karantina mandiri, 3 santri itu kembali dites (usap) dan hasilnya negatif," jelasnya.

Sayangnya, mulai 12-24 September 2020, sebagian santri memperlihatkan gejala seperti batuk, flu, dan suhu tubuh tinggi. Hasil tes usap atas mereka menunjukkan 46 santri positif dan kini masih dalam proses karantina mandiri di pesantren.

Dia memastikan, telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Kuningan guna penanganan kasus di ponpes.

Dalam kesempatan itu, dia meminta orang tua maupun wali santri untuk tenang dan memperbanyak doa. Pihaknya pun berharap dapat melakukan yang terbaik dalam penanganan maupun pencegahan perluasan kasus Covid-19 di area ponpes.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Susi Lusiyanti menerangkan, dalam penanganannya, santri yang positif dipisahkan dari santri lain yang sehat.

"Kami sedang persiapan mengarantina seluruh area pesantren," tuturnya.

Hanya, pihaknya belum dapat memastikan waktunya. Masa karantina sendiri berlaku 7-14 hari.

Lebih jauh, pihaknya pula sedang menyisir santri dan pengurus pesantren dengan gejala untuk menjalani tes usap. Setelahnya, barulah menyisir santri dan pengurus tanpa gejala untuk pula menjalani tes usap.

Di Ponpes Husnul Khotimah kampus 1 sendiri, lanjutnya, terdapat 3.246 santri dan pengurus pondok. Dari jumlah itu, 2.500 santri sudah menjalani tes usap dan sisanya menjadi target pemeriksaan serupa secepatnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar