6 Ribu Lebih Penerima PKH di Kabupaten Cirebon Mengundurkan Diri

  Kamis, 17 September 2020   Erika Lia
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyerahkan bantuan bagi warga. (Erika/AyoCirebon)

KEDAWUNG, AYOCIREBON.COM -- Sebanyak 6.194 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Cirebon mengundurkan diri dari kepersertaan bansos PKH selama 2020.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengungkapkan, perubahan mekanisme pencairan bansos PKH dari tunai menjadi nontunai telah mengubah pola pikir KPM PKH. Mekanisme tersebut dinilai telah membuat masyarakat lebih memahami perbankan.

"Sistemnya perbankan, jadi masyarakat bisa menabung," katanya saat menghadiri Graduasi KPM dan Rekonsiliasi Nasional PKH di Hotel Aston Cirebon, Kamis (17/9/2020). 

Di Kabupaten Cirebon, PKH dimulai sejak 2007 sebanyak 8.224 KPM. Pada perkembangannya, jumlahnya kini mencapai 102.465 KPM.

Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara menyebut, total 711.126 atau 71,1% KPM telah mengundurkan diri sebagai penerima bansos PKH hingga Agustus 2020.

"Sebanyak 711.126 KPM atau 71,1% dari target 1 juta KPM telah mengembalikan kartu KKS karena sudah mampu secara ekonomi," klaimnya.

Pihaknya optimistis target 1 juta KPM yang mengundurkan diri sebagai penerima PKH tahun ini bahkan bakal terlampaui.

KPM yang telah mengundurkan diri selanjutnya akan diisi keluarga miskin lain yang belum mendapat PKH. Pemerintah mempertahankan jumlah penerima bansos ini 10 juta keluarga.

"PKH merupakan ujung tombak program pengentasan kemiskinan di Indonesia," tegasnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriani Gantina di sisi lain meminta sosialisasi ihwal pemahaman graduasi PKM PKH ini untuk lebih digencarkan.

"Penting, agar masyarakat paham," cetusnya.

Menurutnya, tak sedikit masyarakat yang menganggap graduasi ini berarti keluarga penerima bantuan dikeluarkan secara sepihak dari program.

"Padahal, bagi yang graduasi tetap diberi pendampingan oleh pemerintah," terangnya.

Kesadaran atas graduasi program ini harus ditingkatkan agar penerima program PKH yang sudah sejahtera, bisa bergantian dengan warga lain yang layak pula menerimanya.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar