Musim Kemarau Basah, Belum Ada Laporan Krisis Air di Kuningan

  Kamis, 03 September 2020   Erika Lia
ilustrasi. (Pixabay)

KUNINGAN, AYOCIREBON.COM -- Musim kemarau tahun ini yang bersifat basah berpotensi membuat warga di Kabupaten Kuningan melewatkan krisis air bersih.

Pada kebanyakan kemarau, warga di Kabupaten Kuningan kerap dibayangi krisis air bersih. Beruntung, setidaknya sampai kini, ancaman itu tak terjadi.

Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Ayip Sutrisno mengungkapkan, belum menerima laporan adanya desa yang mengalami krisis air bersih.

"Laporan resmi (dari desa) belum ada hingga kini," cetusnya. Kamis (3/9/2020).

Dia menjelaskan, Kabupaten Kuningan khususnya tahun ini dilanda kemarau basah. Sekalipun musim kemarau, hujan tak jarang mengguyur daerah berjuluk Kota Kuda ini.

Pada kemarau basah, curah hujan yang terukur melebihi atau di atas rata-rata normal.

"Saat ini sifatnya kemarau basah," ujar Ayip.

Kendati demikian, pihaknya tetap memantau setiap kawasan yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

Dia membeberkan, potensi itu sedikitnya menimpa warga di desa-desa yang pada tahun sebelumnya menghadapi krisis air bersih, di antaranya Desa Cihanjaro, Simpayjaya, dan Sukasari di Kecamatan Karangkancana, Desa Cileuya dan Cimahi di Kecamatan Cimahi, Desa Baok di Kecamatan Ciwaru, Desa Kawungsari, dan Cibulan di Kecamatan Cibeureum, Desa Cibulan dan Legok di Kecamatan Cidahu, serta Desa Kertawana dan Kalimanggis Wetan di Kecamatan Kalimanggis.

Sejauh ini, tambahnya, ancaman krisis air bersih di desa-desa tersebut masih dapat teratasi mengingat masih adanya kawasan penyangga yang menyuplai bantuan air.

"Desa tetangga rata-rata masih bisa menjadi penyangga untuk kebutuhan air bersih, sehingga bisa teratasi," tuturnya.

Selain memantau kawasan yang terancam krisis air bersih, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan instansi terkait lain.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar