Orangtua Harus Tahu Durasi Anak Menonton Televisi atau Video

  Senin, 06 Juli 2020   Suara.com
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOCIREBON.COM -- Orangtua diharapkan tidak membiarkan anak-anaknya menyaksikan tayangan atau video baik di televisi atau melalui platform video tanpa memerhatikan durasi. Tumbuh kembang anak yang berkualitas pasalnya tergantung dari kontrol orangtua.

"Karena orangtua perlu tahu perkembangan otak anak. Usia itu perkembangan otak anak terjadi sangat cepat, jadi lebih bagus koneksi di dapat dari komunikasi langsung. Baru dari usia 18 bulan ke atas boleh video call," kata Psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima M.Psi saat siaran langsung Instagram dengan Mother & Baby, Senin (6/7/2020).

Setelah anak berusia dua tahun, anak mulai boleh diberikan tontonan tetapi dengan durasi terbatas.

"Sebenarnya usia dua sampai lima tahun (durasi tontonan) satu hari, satu jam. Kalau enam sampai delapan tahun biasanya dua jam. Karena kalau dikasih lebih dari tiga jam bisa menghambat perkembangan anak," jelasnya.

Ia menyarankan, anak sebaiknya diberi tontonan secara berkala. Sehingga waktu satu atau dua jam bisa dibagi dalam beberapa waktu. "Cari durasi tontonan yang tidak terlalu panjang," katanya.

Tak hanya tentang durasi, kualitas tontonan juga harus disesuaikan dengan usia anak. Ia mengatakan bahwa anak mampu menirukan apa pun yang ia saksikan. Sehingga jenis tontonan harus diperhatikan.

"Tapi yang paling bagus kalau orangtuanya mendampingi," tutup Saskhya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar