Hadiri Hajatan Bersama Orangtua, Bayi di Kabupaten Cirebon Terkonfirmasi Covid-19

  Sabtu, 06 Juni 2020   Erika Lia

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Usai menghadiri hajatan bersama orangtuanya, seorang bayi perempuan berusia 50 hari di Kabupaten Cirebon terkonfirmasi Covid-19.

Bayi tersebut menjadi kasus positif ke-14 di Kabupaten Cirebon yang tengah menjalankan fase adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana mengungkapkan, kasus sang bayi terungkap setelah pihaknya beroleh laporan dari rumah sakit rujukan Covid-19 yang merawat pasien bersama orang tuanya.

"Pasien (positif) bayi perempuan berusia 50 hari dengan gejala klinis panas lwbih dari 38°C, batuk, sesak nafas, dan diare," ungkapnya, Sabtu (6/6/2020).

Sebelum sang bayi terkonfirmasi Covid-19, dia bersama orang tua menjalani rapid test. Sang bayi dan ayahnya diketahui reaktif, sedangkan sang ibu non reaktif.

Pemeriksaan berlanjut dengan pengambilan swab sebagai penegakan diagnosa terhadap sang bayi dan orang tua, Kamis (4/6/2020). 

Pada Jumat (5/6/2020), hasil swab dari laboratorium UGJ Cirebon menunjukkan hanya sang bayi yang terkonfirmasi positif.

"Sementara ayah dan ibunya terkonfirmasi negatif," cetus Nanang yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon ini.

Saat ini ketiganya mendapat penanganan di rumah sakit. Nanang menyebut, ketiganya diketahui telah melakukan kontak dengan sang paman dalam sebuah hajatan di Cirebon yang dihadiri orang tua dan bayinya itu.

Sang paman sendiri datang dari kawasan episentrum. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, tim gugus tugas setempat pun melakukan penyelidikan epidemiologi hari ini.

"Hari ini kami lakukan penyelidikan epidemiologi dengan menelusuri (tracing) dan melacak (tracking) lontak eratnya," tegasnya.

Meski telah ada protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang melarang keramaian, Nanang menyebut, tak ada sanksi bagi pelaku hajatan.

"Enggak ada sanksi karena bentuknya imbauan," ujarnya.

Atas kejadian itu, Pemkab Cirebon mengimbau untuk memperketat izin keramaian, termasuk hajatan.

"Kami imbau izin keramaian, seperti hajatan, diperketat oleh pihak terkait yang berwenang," tutur Kepala Bagian Humas Pemkab Cirebon, Nanan Abdul Manan.

Selain itu, pihaknya menilai perlu penguatan dalam pengetatan pergerakan orang yang datang dari kawasan episentrum.

"Harus ada hasil rapid test atau PCR dalam hal ini," tegasnya.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar