Warga Pesisir Indramayu Amankan Barang Elektronik

  Kamis, 04 Juni 2020   Republika.co.id
Ilustrasi. (E.Z dari Pixabay )

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM – Banjir akibat gelombang tinggi air laut atau yang dikenal dengan istilah rob, telah menjadi langganan bagi warga yang tinggal di pesisir Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Untuk itu, mereka pun bersiap menghadapi bencana tersebut.

Seperti yang dilakukan salah seorang warga Desa Eretan Kulon, Karsam (65). Saat ini dia sudah menaikkan barang-barang elektronik miliknya ke tempat yang lebih tinggi.

‘’Biar aman,’’ kata Karsam, Kamis (4/6).

Karsam mengakui, rob memang biasa terjadi di desanya terutama saat bulan purnama. Namun pada Rabu (4/6) malam, rob dirasakannya lebih parah hingga membuat rumahnya terendam dengan ketinggian sekitar 30 cm.

Selain itu, rob yang parah juga dialami Karsam sebelum lebaran Idul Fitri kemarin. Bahkan, air naik dengan cepat sehingga dia tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Salah satunya kulkas berumur tiga bulan yang kini menjadi rusak.

Rob pun diperkirakan akan kembali terjadi pada Kamis (4/6) malam. Untuk itu, selain menyelamatkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, Karsam mengaku akan siap-siap mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terkena rob.

AYO BACA : Potensi Rob di Pantura Diprediksi Hingga 6 Juni

‘’Semalam saya mengungsi karena air masuk ke dalam rumah. Nanti malam juga siap-siap ngungsi lagi,’’ tutur Karsam.

Karsam berharap, pemerintah bisa segera memperbaiki breakwater di desanya yang kini rusak. Dengan demikian, bencana rob tidak selalu terjadi dan mengancam warga.

Hal senada diungkapkan seorang warga di Desa Eretan Wetan, Siti. Dia juga mengaku sudah menempatkan barang-barang berharga miliknya ke tempat yang lebih tinggi.

‘’Jadi kalau air tiba-tiba naik lagi, barang-barang bisa selamat,’’ kata Siti.

Siti menceritakan, saat rob terjadi sebelum lebaran, banyak perabot yang tak bisa diselamatkan, seperti televisi dan kulkas. Pasalnya, saat itu rob naik dengan cepat sehingga dia segera menyelamatkan diri tanpa sempat menyelamatkan perabotnya.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Devi Ardiansyah, menjelaskan, berdasarkan siaran pers dari Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Herizal, potensi rob di perairan utara Jawa masih akan berlangsung pada awal Juni ini.

‘’Potensi rob perlu diwaspadai hingga 6 Juni 2020 mendatang dan memiliki kecenderungan menurun seiring dengan penurunan kecepatan angin,’’ tandas Devi, Kamis (4/6).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar