Cegah Kerumunan di Sekolah, Disdik Kota Cirebon Siapkan Website Khusus PPDB

  Kamis, 04 Juni 2020   Erika Lia
Rapat Komisi III DPRD Kota Cirebon dengan Disdik Kota Cirebon ihwal persiapan PPDB. (ayocirebon/Erika Lia)

KEJAKSAN, AYOCIREBON.COM -- Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Cirebon melarang kedatangan siswa dan orang tua ke sekolah. Sebuah website tengah disiapkan untuk pendaftaran secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Irawan Wahono menyebutkan, PPDB di Kota Cirebon akan dibagi dua tahap. Terdapat empat jalur yang dapat digunakan calon siswa untuk mendaftarkan diri.

"Pendaftaran akan dibagi dua tahap, masing-masing Tahap 1 pada 29 Juni sampai 1 Juli 2020 dan Tahap 2 pada 2-7 Juli 2020," katanya seusai rapat di Gedung DPRD Kota Cirebon, Kamis (4/6/2020).

Empat jalur yang bisa digunakan calon siswa terdiri dari afirmasi, prestasi, perpindahan (mutasi) orang tua, dan zonasi.

Tahap 1 rencananya sebagai masa pendaftaran untuk tiga jalur, masing-masing prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua. Jalur zonasi akan diberlakukan pada tahap 2.

"Pada PPDB kali ini, karena bertepatan di tengah wabah Covid-19, kami siapkan website khusus untuk pendaftaran calon siswa," ujarnya.

Saat masa pendaftaran nanti, sekolah dan orang tua siswa bisa mengakses website kotacirebon.siap-ppdb.com. Di dalamnya berisi panduan pendaftaran.

Untuk ini, Disdik bekerjasama dengan Telkomsel. Pihaknya menargetkan website mulai dapat diakses umum dan digunakan sebagai media PPDB pada 29 Juni 2020.

Sejauh ini, perkembangan website itu sendiri masih berkisar 80%. Disdik masih melakukan pemutakhiran fitur pada website sebelum siap digunakan.

"Jadi nanti sekolah dan orang tua siswa cukup mengakses website ini untuk pendaftaran," cetusnya.

Orang tua siswa sendiri kelak bisa memantau setiap perkembangan pendaftaran.

Menurut Irawan, bila pun ditemukan kekurangan pada berkas, pihak sekolah dimungkinkan akan mendatangi orang tua siswa untuk meminta melengkapinya.

"Kami usahakan pihak sekolah yang datang ke rumah calon siswa, bukan sebaliknya, supaya tak ada kerumunan di sekolah," ungkapnya.

Selama menanti kesiapan website, Disdik akan menggelar bimbingan teknis bagi operator-operator sekolah maupun kepala sekolah mulai akhir pekan ini.

Targetnya, setiap operator akan mampu mengoperasikan website PPDB dan meminimalisasi kesalahan.

Tahun ajaran ini, lulusan SD negeri dan swasta serta MI di Kota Cirebon mencapai 6.734 siswa.

Sementara, daya tampung pada SMP negeri di Kota Cirebon tercatat 5.088 siswa dan SMP swasta diperkirakan lebih dari 1.700 siswa.

Jumlah SMP negeri terdata 18 sekolah dan SMP swasta 28 sekolah. Sementara, MTs negeri dua sekolah dan MTs swasta sepuluh sekolah.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Tresnawati yang memimpin rapat kerja dengan Dinas Pendidikan Kota Cirebon menyampaikan, mengamati jumlah SMP dan jumlah lulusan SD di Kota Cirebon yang nyaris seimbang, sejatinya seluruh siswa SD dapat tertampung di SMP se-Kota Cirebon.

"Melihat angka itu (jumlah SMP dan lulusan SD), seharusnya sih pas. Anak-anak SD bisa masuk ke SMP di Kota Cirebon," ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah pertanyaan pun diajukan anggota Komisi III terkait website PPDB yang masih diproses.

Dewan tak mengharapkan kesalahan selama pendaftaran online berlangsung kelak. Namun begitu, di tengah pandemi Covid-19, upaya Disdik meminimalisasi kerumunan orang di sekolah mendapat dukungan DPRD.

Disdik pun meminta masukan Komisi III untuk penyempurnaan proses PPDB online. Rapat sejenis rencananya akan kembali digelar di waktu mendatang menjelang pelaksanaan PPDB online.


 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar