Penjualan Daging Ayam Turun, Pedagang Daging Sapi Justru Untung

  Kamis, 21 Mei 2020   Erika Lia
Pedagang daging sapi potong di Pasar Perumnas, Kota Cirebon. (ayocirebon/Erika Lia)

HARJAMUKTI, AYOCIREBON.COM -- Pedagang daging ayam potong di Kota Cirebon mengeluhkan penurunan penjualan pasca Covid-19 mewabah. Lain halnya dengan pedagang daging sapi yang justru merasa diuntungkan.

Di pasar tradisional, harga daging ayam saat ini berkisar Rp37.000-Rp38.000 per kilogram. Harga itu naik dari sebelumnya sekitar Rp35.000/kg.

"Dari kemarin (20 Mei 2020) naik harganya," ungkap seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Perumnas, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Asep (42), Kamis (21/5/2020).

Menjelang Idulfitri, harga daging ayam naik signifikan dibanding pada awal Ramadan lalu yang hanya sekitar Rp24.000/kg.

Menurut Asep, sangat mungkin harganya akan kembali naik sekitar H-2 atau H-1 lebaran. Tahun lalu, puncak harga daging ayam mencapai Rp50.000/kg.

Puncak kenaikan harga daging ayam dan bahan makanan lain kerap disebut sebagai momen mremaan bagi pedagang. Masyarakat Cirebon mengenal mremaan sebagai situasi di mana keuntungan mencapai puncak.

Pasca pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak publik, Asep mengeluhkan penurunan penjualan daging ayam tahun ini.

"Pasar kan sekarang pukul 12.00 WIB sudah harus tutup, orang yang datang ke pasar juga enggak sebanyak sebelumnya. Penjualan turun sampai 50% dibanding tahun lalu," keluhnya.

Lebaran tahun lalu, dirinya bisa menjual sampai 1,5 ton daging ayam. Tahun ini, satu ton saja pun sulit dicapainya.

Belum lagi, imbuhnya, stok daging ayam potong saat ini tak sebanyak tahun lalu. Covid-19 ditudingnya turut memengaruhi situasi ini.

Secara keseluruhan, momen ramadan dan lebaran tahun ini dinilainya tak semenguntungkan tahun lalu.

"Biasanya (sebelum Covid-19 mewabah), seminggu jelang bulan puasa penjualan daging ayam naik. Tapi sekarang malah turun," tandasnya.

Kondisi penjualan daging ayam potong bertentangan dengan penjualan daging sapi potong. Covid-19 menimbulkan perubahan perilaku pembeli daging sapi.

Lilik (43), seorang pedagang daging sapi potong di pasar yang sama mengemukakan, penjualan daging sapi justru tak mengalami fluktuasi layaknya daging ayam, sekalipun di tengah wabah.

"Penjualan sekarang (masa wabah Covid-19) malah lebih bagus dari tahun lalu. Lumayan untungnya sekitar 50%," bebernya kepada Ayocirebon.com.

Menurutnya, pembatasan ruang gerak sebagai protokol pencegahan Covid-19 justru membuat masyarakat lebih suka membeli daging sapi lebih banyak.

"Alasan warga, sekalian keluar (rumah). Jadi mereka beli banyak untuk nyetok (menyimpan/stok)," terangnya.

Daging sapi potong dapat disimpan dalam freezer lemari pendingin hingga satu bulan lamanya.

Saat ini, harga daging sapi potong Rp140.000/kg. Lilik mengatakan, harga daging sapi mengalami kenaikan sekitar dua hari belakangan dari sebelumnya berkisar Rp120.000-Rp130.000 per kilogram.
Saat mremaan atau sekitar H-1 lebaran, harga daging sapi berpotensi kembali naik dan mencapai puncak. Wanita ini memprediksi puncak harga daging sapi potong Rp150.000/kg.

Dia menyebut, harga daging sapi potong tahun ini tak banyak berubah dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Tiap tahun segituan harganya," tandasnya.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar