Kabupaten Cirebon Zona Merah, Bupati: "Salat Id Ning Umah Bae"

  Rabu, 20 Mei 2020   Erika Lia
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi. (ayocirebon/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Pemkab Cirebon merumahkan segala aktivitas menjelang dan saat Idulfitri 1441 H/2020.

Setelah ditetapkan sebagai zona merah, otoritas penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengimbau warga menjalankan salat id di rumah masing-masing.

Tak hanya salat id, takbiran keliling hingga open house untuk silaturahmi ditiadakan. Kebijakan itu menjadi salah satu lingkup keputusan selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Cirebon hingga 29 Mei 2020.

"Salat di rumah saja, takbiran wis aja keliling, ning umah bae takbirane (sudah, takbiran jangan keliling, di rumah saja). Silaturahmi melalui virtual, open house langka, enggo hape bae cukup (open house tidak ada, cukup menggunakan hp/smartphone saja)," ungkap Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, Rabu (20/5/2020).

Dia mengakui, kebijakan itu berupa imbauan. Pihaknya menghadapi situasi dilematis.

Menurutnya, di satu sisi penanganan Covid-19 harus serius. Di sisi lain, masyarakat harus sudah mulai memahami situasi saat ini.

"Masyarakat kudu ngerti dewek Bae. Wis, dijalankan ning umah bae, bli papa (sudah, dijalankan di rumah saja, tidak apa-apa)," cetusnya.

Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan Pemkab Cirebon, Hilmy Rivai menyatakan, tak ada penindakan bagi warga yang hendak melaksanakan salat id di masjid atau musala. Namun, protokol kesehatan tetap harus dijalankan.

"Tapi prinsipnya, Pemkab Cirebon merumahkan pelaksanaan salat id. Kami imbau melakukannya di rumah saja," ujarnya.

Dia mengingatkan, Pemprov Jawa Barat sudah menetapkan Kabupaten Cirebon masuk level 4 atau zona merah. Kondisi itu mengharuskan otoritas setempat melarang kumpulan massa lebih dari sepuluh orang.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar