ODR Bertambah, Kesadaran Lapor Diri Masih Rendah

  Senin, 06 April 2020   Erika Lia
ilustrasi pemudik. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Jumlah orang dengan risiko (ODR) di Kabupaten Cirebon bertambah sampai Senin (6/4/2020). Kesadaran pemudik untuk lapor diri pun masih rendah.

Pusat Data dan Informasi Covid-19 (Pusicov) Kabupaten Cirebon mendata sedikitnya 7.103 orang sebagai ODR. Jumlah itu meningkat sekitar dua kali lipat dari data akhir pekan kemarin atau 4 April 2020, sejumlah 3.500 orang.

Penambahan ODR berbanding lurus dengan fenomena mudik atau pulang kampung yang masih berlangsung sampai kini, meski pemerintah telah mengarahkan ketiadaan aktivitas ini.

Mereka yang tergolong ODR merupakan orang-orang tanpa gejala klinis yang datang dari daerah terjangkit dengan transmisi lokal, seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, dan lainnya.

Otoritas kesehatan setempat telah memberlakukan kebijakan, pemudik yang punya gejala klinis langsung dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

"Per hari ini jumlah ODR 7.103 orang," ungkap Pusicov Kabupaten Cirebon yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengandaian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, Senin (6/4/2020).

Dia mengakui, tengah terjadi fenomena mudik secara dini. Sayangnya, dia menilai, kesadaran masyarakat yang baru pulang mudik untuk melaporkan diri kepada aparat desa/kelurahan masih rendah.

Pihaknya mengajak masyarakat Kabupaten Cirebon yang baru pulang dari luar daerah aktif melaporkan kedatangannya kepada pihak terkait, mulai RT, RW, hingga pemerintah desa maupun kelurahan setempat. Data dari pelaporan itu dapat menjadi acuan dalam pemantauan yang akan dilakukan petugas.

"Laporannya kan berjenjang dari RT atau RW ke tingkat desa maupun kelurahan, kemudian ditindaklanjuti puskesmas," tuturnya.

Puskesmas selanjutnya akan mengutus petugas surveilans menginvestigasi atau melakukan penyelidikan epidemiologi.

Hasil investigasi ini berupa klasifikasi atau pengelompokan warga yang baru datang dari luar Kabupaten Cirebon. Klasifikasi itu terdiri dari ODR, ODP, maupun pasien dalam pengawasan (PDP).

Dia meminta masyarakat tak meresahkan stigma ketika melaporkan diri. Menurutnya, pelaporan diri akan membantu keluarga dan masyarakat di sekitarnya dalam mencegah penyebaran SARS-CoV-2 sebagai penyebab penyakit menular koronavirus 2019 (Covid-19).

"Masih ada beberapa orang yang tidak mau melapor. Kalau dilihat dari kejadian dua PDP di Kabupaten Cirebon yang meninggal dunia, sepertinya tak ada keterbukaan karena ketakutan dari pasien atau keluarganya. Mungkin juga tidak mau mengisolasi diri selama 14 hari," bebernya.

Pihaknya berharap para pemudik jujur dan patuh untuk melaporkan kedatangannya kepada pihak-pihak terkait. Dia menegaskan, kejujuran dan kepatuhan pemudik jadi penentu utama dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

Selain lebih dari 7.000 ODR, terdata dua orang positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

PDP sendiri tercatat sejumlah 29 pasien dan ODP 131 orang. Sementara orang tanpa gejala (OTG) atau mereka yang berkontak dengan pasien Covid-19 sejumlah empat orang.

"Sampai sekarang tiga orang meninggal. Tapi seluruhnya negatif Covid-19," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar