Selain Virus Corona, Virus Ini Hantui pula Masyarakat Cirebon

  Senin, 09 Maret 2020   Erika Lia
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUMBER, AYOCIREBON.COM -- Mewabahnya virus Corona tak boleh membuat masyarakat di Kabupaten Cirebon lengah terhadap ancaman penyakit lain.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengungkapkan, demam dengue (DD) atau demam berdarah (DBD) sampai kini masih menghantui masyarakat.

"Sepanjang Januari-Februari 2020, di Kabupaten Cirebon tercatat 173 kasus DBD," katanya, Senin (9/3/2020).

Dari jumlah itu, penyakit yang disebabkan virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti itu telah merenggut dua nyawa selama dua bulan terakhir.

Jumlah kasus pada Januari tercatat lebih tinggi dibanding Februari. Pada Januari, pihaknya mendata 90 kasus DBD dengan dua penderita di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Sementara pada Februari turun menjadi 83 kasus, tanpa korban jiwa," cetusnya.

Virus dengue sendiri diketahui masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang banyak hidup di kawasan tropis dan subtropis.

Penyakit akibat virus ini menjadi yang paling banyak ditemukan di Indonesia dan telah menjadi penyakit endemik sejak 1968.

Meski wabah penyakit menghantui, ditambah virus Corona yang terbilang baru dan mengundang kecemasan sangat tinggi belakangan ini, Enny mengingatkan masyarakat tak perlu panik dan resah.

"Jangan menyikapi ancaman penyakit dengan kepanikan karena kekhawatiran justru akan membuat daya tahan tubuh menurun. Malah nanti virus lebih mudah masuk tubuh," tuturnya mengingatkan.

Dia mengimbau masyarakat semakin meningkatkan kesadarannya atas pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Untuk DBD, masyarakat dapat melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk, mulai mengubur, menguras, sampai menutup genangan air apapun yang bisa jadi tempat hidup nyamuk," bebernya.

Pihaknya sendiri kerap melakukan pengasapan (fogging) untuk memberantas jentik nyamuk maupun nyamuk dewasa.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar